SOLID GOLD BERJANGKA – White Castle merupakan salah satu jaringan hidangan siap saji terkemuka Amerika, namun ketenarannya di luar negeri mungkin masih kalah dengan McDonald’s atau KFC. Padahal, White Castle memiliki sejarah pendirian yang juga luar biasa dan pantas dikenang sebagai motivasi bisnis yang cemerlang terutama bagi Anda yang masih belum menyadari bagaimana kekuatan sebuah merk bisa membantu mengubah citra produk secara drastis.

White Castle membantu mengubah imaji orang akan hamburger; dari makanan murah yang tak akan dimakan orang kecuali terpaksa, menjadi makanan yang berkualitas, nikmat dimakan sebagai makanan biasa maupun selingan dan memiliki kesan baik.

 

White Castle dan Stigma akan Hamburger

Tahukah Anda bahwa, sebelum ada White Castle, orang cenderung tak akan makan hamburger jika mereka tak terpaksa benar? Hamburger dianggap ‘makanan orang miskin’ dan para keluarga tak akan bermimpi membelikan hamburger untuk anak mereka. Hal ini karena hamburger di Amerika pada awal-awal penemuannya sempat ‘jatuh’ ke pasaran makanan murah. Hamburger dianggap (dan seringkali) dibuar dari cacahan sisa-sisa tubuh sapi yang tak diinginkan oleh pasar, dan pembuatannya seringkali tak higienis.

White Castle kemudian mematahkan stigma itu dengan pemilihan nama yang memang dirancang untuk meningkatkan citra hamburger. Hal ini karena, walaupun hamburger dianggap makanan murah, ada potensi besar dari makanan ini karena bentuknya yang sederhana berupa daging di antara roti. Dan ini bagi menjadi motivasi bisnis awal pengembangan produk ini. Akan tetapi, diperlukan proses perombakan habis-habisan dan pemilihan merek yang tepat untuk mengubah stigma masyarakat.

 

Meningkatkan Citra Hamburger lewat Merk

Inilah bagian yang patut dijadikan bahan pelajaran motivas bisnis: bagaimana cara mengubah stigma buruk hamburger. Caranya sebenarnya cukup jelas. Pertama, pemilihan nama White Castle sendiri; White melambangkan sesuatu yang murni dan bersih, dan Castle melambangkan kemewahan serta sesuatu yang bernilai. Dengan kata lain, White Castle hendak mengasosiasikan hamburger dengan citra positif di benak masyarakat, demi menghilangkan kesan murahan dan buruk hidangan hamburger.

White Castle juga menggiling daging hamburger mereka dari daging sapi tebal, dan menggunakan roti berukuran besar agar hamburger terlihat padat. Hamburger padat dengan daging giling tebal akan, secara visual, nampak lebih ‘positif’ daripada kebanyakan hamburger murahan yang rotinya kempes dan dagingnya tipis. Hal ini kemudian membuat masyarakat mulai mengenal restoran White Castle dan menu hamburgernya, dan tak lagi berprasangka negatif pada hamburger. White Castle pun sukses mengubah stigma orang pada hamburger, dengan pemilihan merk yang diimbangi dengan peningkatan kualitas.

 

Kesimpulan

Anda tahu sendiri bagaimana akhirnya; hamburger kini menjadi salah satu makanan terpopuler dunia. Jadi, kesimpulannya, White Castle melakukan perubahan citra produk pada makanan dengan langkah-langkah berikut:

  • Memilih nama dan logo yang memberikan asosiasi positif pada masyarakat.
  • Mendukung merk dengan cara menekankan kualitas yaitu dengan meningkatkan kualitas bahan baku yang selama ini biasa dipakai.

Jika White Castle mampu membantu mengubah citra hamburger menjadi makanan populer seperti sekarang ini, Anda pastinya tahu bagaimana kekuatan sebuah merk yang didukung dengan kualitas bisa berdampak sangat luas. Inilah motivasi bisnis bagi Anda yang sedang berusaha menentukan merk bagi produk Anda: selalu buat kesan positif, dan dukung dengan kualitas positif juga. Jika bisa melakukan itu, niscaya konsumen akan datang sendiri.

Jangan terburu-buru dalam menentukan sebuah merk; ambil waktu untuk memelajari produknya serta ciri produk yang akan Anda unggulkan. Anda tak akan percaya bagaimana kekuatan sebuah merk dan motivasi bisnis di belakangnya bisa mendukung bisnis Anda.