PT.SolidGoldSemarang~ Minyak bertahan diatas level $59 per barel menjelang rilis data pemerintah AS yang diperkirakan menunjukkan adanya penurunan pasokan.

Kontrak berjangka minyak stagnan di New York setelajh Senin kemarin sempat tergelincir sebesar 0.2%. Sementara pekan lalu pasokan minyak mentah diperkirakan turun sebesar 500,000 barel yang sekaligus penurunan keduanya secara beruntun, hal tersebut menurut survei dari Bloomberg menjelang laporan dari Energy Information Administration yang akan dikeluarkan Rabu pekan ini. Terdapat kelebihan pasokan minyak global sebesar 2 juta barel per hari, menurut mantan menteri perminyakan dari Qatar.

Minyak telah rebound dari level 6 tahun terendahnya ditengah adanya tanda-tanda pengurangan alat pengeboran yang tengah memicu pelambatan output minyak di AS. Reli minyak kemungkinan masih belum stabil setelah pasokan minyak mentah Negeri Paman Sam sepanjang tahun 2015 ini masih lebih dari 100 juta barel diatas rata-rata 5 tahun, hal itu diungkapkan oleh EIA.

WTI (West Texas Intermediate) untuk pengiriman bulan Juni berada di level $59.23 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange atau turun sebesar 2 sen pukul 10:02 pagi ini waktu Sydney. Kontrak berjangka WTI sendiri pada Senin kemarin turun sebesar 14 sen ke level $59.25. Namun demikian sepanjang tahun 2015 ini harga WTI telah mengalami kenaikan sebesar 11%.

Sementara Brent untuk penyelesaian bulan Juni turun sebesar 6 sen ke level $64.85 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London. Senin kemarin brent sempat anjlok sebesar 48 sen atau 0.7% ke level $64.91. Minyak mentah acuan Eropa tersebut diperdagangkan lebih tinggi sebesar $5.63 dibanding WTI. (bgs)

Sumber : Bloomberg
baca Disclaimer