Hasil gambar untuk tambang minyak bumi

 

PT.SolidGoldSemarang~ Minyak mencatat gain mingguan pertamanya dalam 3 pekan terakhir ditengah volatilitas perdagangan di level terendah sejak Desember tahun lalu.

Kontrak berjangka minyak naik sebesar 0.6% di New York dan mencatat kenaikan 2.5% hingga 6 Maret ini. Indeks CBOE Crude Oil Volatility, indeks yang mengukur fluktuasi harga dengan menggunakan opsi U.S. Oil Fund, berakhir di angka 47.09 pada hari Kamis lalu yang sekaligus level terendah sejak 11 Desember tahun lalu. Pasokan minyak yang berlanjut naik di AS dan Venezuela menambah melimpahnya pasokan minyak global.

Melimpahnya pasokan di AS berkontribusi terjadinya kelebihan pasokan yang membuat harga minyak anjlok hampir 50% pada tahun 2014 lalu. Arab Saudi telah menaikkan harga minyak yang dikirm ke Asia sebagai pertanda membaiknya permintaan, setelah memimpin keputusan pada November lalu di Organization of Petroleum Exporting Countries guna mempertahankan output dan mempertahnakan pangsa pasar terhadap produsen gas serpih AS.

Minyak mentah acuan WTI (West Texas Intermediate) untuk pengiriman bulan April naik sebesar 29 sen ke level $51.05 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $51.03 pukul 11:02 pagi ini waktu Sydney. Kontrak berjangka WTI pada Kamis kemarin turun 77 sen ke level $50.76.

Sementara Brent untuk penyelesaian bulan April turun 7 sen ke level $60.48 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London pada hari Kamis kemarin. Pekan ini harga Brent mengalami penurunan 3.4%. Acuan minyak mentah Eropa tersebut mengakhiri sesi lebih tinggi sebesar $9.72 dibanding WTI.

Produksi minyak Venezuela mendekati 3 juta barel per hari, menurut Menteri Peminyakan Asdrubal Chavez hari Kamis kemarin. Output anggota OPEC tersebut mencatat angka itu terakhir pada Januari 2001 silam, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg. (bgs)

Sumber : Bloomberg
baca Disclaimer