PT.SolidGoldSemarang~ Minyak diperdagangkan mendekati level terendah dalam hampir enam tahun terakhir jelang rilis data pemerintah yang diperkirakan akan menunjukkan persediaan minyak mentah AS diperpanjang untuk pekan ketiga.

Kontrak berjangka minyak stagnan di New York pasca turun 1 % pada hari Senin kemarin. Stok minyak di AS, sebagai konsumen minyak terbesar dunia, mungkin naik 4,25 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg News menunjukkan jelang rilis data pemerintah pada hari Rabu besok. Sementara itu menurut Abdalla El-Badri, Sekretaris Jenderal OPEC lebihnya pasokan sebesar 1,5 juta barel per hari.

Minyak turun hampir 50 % tahun lalu karena AS memompa minyak mentah pada laju tercepat dalam lebih dari tiga dekade terakhir dan OPEC menolak untuk memangkas pasokan minyak. Harga minyak bisa turun ke level $ 30 per barel, menurut Gary Cohn, presiden Goldman Sachs Group Inc, mengatakan pada Senin kemarin dalam sebuah wawancara dengan CNBC.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret berada di level $ 45,17 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, naik 2 sen pukul 10:57 pagi di Sydney. Kontrak tersebut turun 44 sen ke level $ 45,15 pada hari Senin, merupakan penutupan terendah sejak Maret 2009 lalu. Sementara volume semua berjangka yang diperdagangkan di atas RSI 100-hari.

Brent untuk pengiriman Maret turun 63 sen, atau 1,3 %, ke level $ 48,16 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis London kemarin. Minyak mentah patokan Eropa mengakhiri sesi pada level $ 3,01 lebih tinggi dibandingkan WTI. (vck)

Sumber: Bloomberg
baca Disclaimer