Minyak jatuh setelah pekerja Kuwait mengatakan mereka akan mengakhiri pemogokan yang menganggu output negara produsen keempat terbesar OPEC itu selama tiga hari.

Futures turun 3 persen di New York. Harga naik 3,3 persen pada hari Selasa, yang merupakan kenaikan pertama dalam lima hari, setelah aksi mogok mengurangi produksi Kuwait sebanyak 1,7 juta barel per hari. Stok AS mungkin meningkat sebesar 3 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum laporan Energy Information Administration Rabu. Hal itu dibandingkan dengan data industri yang menunjukkan kenaikan 3,1 juta barel.

Pembicaraan di Doha antara produsen terbesar di dunia tentang pembatasan produksi pada hari Minggu lalu gagal mencapai kesepakatan setelah Arab Saudi menegaskan pihaknya tidak akan menahan output tanpa komitmen dari seluruh Organisasi anggota Negara Pengekspor Minyak, termasuk Iran, yang telah menutup kemungkinan pembekuan untuk saat ini. Pekerja di Kuwait melakukan pemogokan untuk memprotes pemotongan gaji dan tunjangan seiring eksportir minyak mentah Timur Tengah mengurangi subsidi dan bantuan pemerintah di tengah jatuhnya harga.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei, yang berakhir pada hari Rabu, turun sebanyak $ 1,23 ke level $ 39,85 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 40,34 pada pukul 12:22 siang waktu London. Harga pada hari Selasa naik 3,3 persen ke level $ 41,08 per barel. Total volume perdagangan yakni sekitar 22 persen di atas rata-rata 100-hari. Kontrak aktif Juni turun 75 sen ke level $ 41,72 per barel.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni kehilangan $ 1,22, atau 2,8 persen, ke level US $ 42,81 per barel. Kontrak bulan depan naik 2,6 persen pada hari Selasa untuk menetap di level $ 44,03. Minyak acuan global itu diperdagangkan pada premium $ 1,61 untuk WTI Juni. (sdm)

Sumber: Bloomberg