Hasil gambar untuk Minyak

PT.SolidGoldSemarang~ Minyak kembali meningkat mendekati level tertinggi dalam lebih dari sepekan terakhir jelang rilis data yang mungkin menandakan kekuatan ekonomi China, konsumen minyak mentah terbesar kedua di dunia.

Minyak berjangka bergerak mendatar di New York pasca naik sebesar 1,9 persen pada hari Senin kemarin. Indeks output manufaktur China yang diperkirakan berada pada level 50,5 di bulan Maret, turun dari level 50,7 pada bulan Februari lalu, menurut survei Bloomberg News sebelum sebelum rilis pembacaan awal dari HSBC Holdings Plc. Stok minyak mentah AS diperkirakan akan meningkat lebih jauh dari rekor tertinggi pada pekan lalu, menurut jajak pendapat Bloomberg secara terpisah sebelum rilis data resmi dari pemerintah AS pada hari Rabu mendatang.

Minyak telah jatuh sebesar 12 persen dari level tertingginya tahun ini pada bulan Februari lalu seiring persediaan minyak mentah AS dan produksi minyak melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade terakhir. Arab Saudi, yang menyebabkan keputusan Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada bulan November lalu untuk menolak memangkas jumlah produksi, mengeksplorasi minyak mendekat rekor tertingginya, menteri perminyakan yang mengatakan pada hari Minggu kemarin.

West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei berada di level $47,18 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, turun sebesar 27 sen, pukul 12:00 waktu Sydney. Kontrak WTI berjangka naik 88 sen menjadi $47,45 pada hari Senin kemarin. Total volume perdagangan sekitar 74 persen di bawah moving average 100-hari. Harga telah turun sebesar 11 persen tahun ini. (izr)

Sumber: Bloomberg
baca Disclaimer