PT.SolidGoldSemarang~ Minyak memangkas kenaikan mingguan terbesar sejak Februari 2011 lalu karena investor mengkaji potensi gangguan dalam pengiriman minyak dari Timur Tengah terhadap persediaan minyak AS.

Minyak berjangka memperoleh kenaikan sebesar 11 % di New York pada pekan ini, sedangkan harga minyak hari ini turun sebesar 1,6 persen. Sementara Arab Saudi memimpin koalisi 10 negara Sunni untuk melakukan serangan udara terhadap pemberontak Syiah di Yaman, dekat chokepoint pengiriman. Produksi minyak mentah AS dan stok minyak telah naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade terakhir, menurut Administrasi Informasi Energi melaporkan pada hari Rabu.

Serangan tersebut meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak di wilayah penghasil minyak terbesar di dunia tersebut, bahkan melimpahnya persediaan minyak di AS terus menahan penurunan harga sebesar 4,9 % untuk tahun ini.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei tahun lalu turun sebesar 81 sen ke level $ 50,62 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 50,64 pukul 12:54 siang di Sydney. Kontrak WTI naik ke level $ 2,22 menjadi $ 51,43 pada hari Kamis kemarin, merupakan penutupan tertinggi sejak 4 Maret lalu. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 56 % di bawah RSI 100-hari. (vck)

Sumber: Bloomberg
baca Disclaimer