PT SOLID GOLD BERJANGKA – Harga Minyak Mentah Sesi Asia Tertekan Kekenyangan Pasokan Global

PT SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Harga minyak mentah jatuh pada perdagangan Jumat Sesi Asia di tengah kekhawatiran bahwa jumlah kilang minyak akan terus meningkat dan kembalinya ekspor Libya dan Nigeria yang akan semakin meningkatkan kekenyangan pasokan global.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate turun 34 sen, atau 0,77 %, pada $ 43,57 per barel.

Harga mentah berjangka Brent diperdagangkan pada $ 46,26 per barel, turun 33 sen, atau 0,71 %.

Baker Hughes melaporkan data jumlah kilang minyak AS untuk minggu ke 16 September pada hari Jumat. Harga WTI yang diadakan di atas $ 40 per barel sejak awal Agustus telah mendukung pertumbuhan jumlah kilang AS.

Pengebor AS menambahkan tujuh kilang minyak di minggu hingga 9 September membawa jumlah rig total 414, terbesar sejak Februari.

Sementara itu kembalinya pasokan dari Libya dan Nigeria akan menghambat rebalancing pasar minyak mentah global, membebani sentimen, kata para pedagang.

Libya melanjutkan ekspor minyak dari beberapa pelabuhan utama yang disita secara paksa oleh pihak loyal kepada komandan timur Khalifa Haftar dalam beberapa hari terakhir dan telah mengangkat terkait “force majeure” klausa kontrak, National Oil Corporation (NOC), Kamis.

ExxonMobil memiliki pipa siap untuk mengekspor minyak mentah Nigeria Qua Iboe, dengan kargo pertama diharapkan untuk dimuat secepat mungkin pada akhir September, sumber perdagangan menyatakan Kamis.

Diperkirakan harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi turun dengan kekuatiran kekenyangan pasokan global. Namun malam nanti perlu dicermati data ekonomi AS yaitu Inflasi Agustus dan Consumer Sentiment September yang diindikasikan naik, yang jika terealisir akan menguatkan dollar AS dan menekan harga minyak. Harga diperkirakan akan menembus kisaran Support $ 43,10 – $ 42,60, dan jika harga naik akan menembus kisaran Resistance $ 44,10 – $ 44,60.
PT SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG

Sumber : Vibiznews