Solid Gold SMG-Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik untuk hari kedua karena investor mengkaji kemungkinan OPEC akan memangkas produksi pada pertemuannya di Wina pekan depan.

Minyak berjangka naik sebanyak 1,2% di New York. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dapat mengurangi target produksi tidak lebih dari 500.000 barel per hari, Bank of America Corp. mengatakan dalam sebuah catatan kemarin. Iran akan melindungi pangsa penjualan global dan dapat menggandakan ekspor dalam dua bulan jika sanksi dihapus, Menteri Perminyakan Bijan, Namdar Zanganeh mengatakan, menurut situs berita kementerian Shana.

Minyak telah turun ke bear market setelah Amerika Serikat meningkatkan suku bunga dalam lebih dari tiga dekade di tengah tanda-tanda melemahnya permintaan. Memimpin anggota OPEC menolak ajakan untuk mengurangi pasokan sementara yang lain termasuk Venezuela mencari tindakan untuk mendukung harga sebelum pertemuan 27 November mendatang.

WTI untuk pengiriman Januari naik sebanyak 88 sen menjadi $ 76,73 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 76,61 pada pukul 10:50 pagi waktu Sydney. Kontrak bulan Desember berakhir kemarin setelah naik $ 1 ke level $ 75,58. Bulan depan harga naik 1% dalam minggu ini, menuju kenaikan mingguan pertama sejak bulan September.

Brent untuk pengiriman Januari naik $ 1,23, atau 1,6%, ke $ 79,33 per barel di bursa ICE Futures Europe exchange kemarin. Minyak mentah patokan Eropa mengakhiri sesi $ 3,48 lebih besar dari WTI.(frk)

Sumber : Bloomberg

baca Disclaimer