Minyak WTI (West Texas Intermediate) menuju penurunan mingguan terbesar dalam tiga tahun terakhir pasca OPEC tidak mengambil tindakan untuk mengurangi banjirnya pasokan minyak global dan membendung penurunan harga yang telah mendorong minyak meluncur ke fase bearish..

Minyak berjang turun sebanyak 8,1 persen di New York. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak mempertahankan target kolektif dari 30 juta barel per hari, Ali Al-Naimi, Menteri Perminyakan Arab Saudi, mengatakan kemarin pasca kelompok 12-anggota negara OPEC melakukan pertemuan di Wina. WTI bisa jatuh ke level $60 per barel selama sebulan kedepan, menurut Energy Analytics Group.

Minyak mentah telah turun sekitar 36 persen sejak mencapai level puncaknya pada Juni lalu seiring AS memompa minyak pada tingkat tercepat dalam lebih dari tiga dekade tereakhir di tengah tanda-tanda melemahnya permintaan. OPEC tidak mengirim “sinyal apapun kepada siapa saja” dan hanya ingin harga yang adil, Sekretaris Jenderal Abdalla El-Badri mengatakan pada konferensi pers. Minyak Brent di London merosot sebesar 6,7 persen ke level empat tahun terendah kemarin.

WTI untuk pengiriman Januari merosot sebanyak $5,94 ke level $ 67,75 dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $68,76 pukul 10:13 pagi waktu Sydney. Lantai perdagangan ditutup kemarin karena libur Thanksgiving dan transaksi akan dipesan hari ini untuk tujuan penyelesaian. Harga turun sebesar 10 persen pekan ini, terbesar sejak Mei 2011 lalu. (izr)

Sumber: Bloomberg

baca Disclaimer