PT SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Indeks Nikkei di Bursa Jepang pada pembukaan perdagangan Selasa (21/06) dibuka turun, saat ini terpantau turun tipis –14,39 poin atau -0,09 persen di 15950.91. Pelemahan indeks Nikkei terpicu penguatan Yen.

Indeks Nikkei turun sebanyak 1,13 persen pada awal perdagangan, sebelum mengurangi beberapa kerugian untuk perdagangan turun 0,46 persen.

Saham Jepang berada di bawah tekanan dari kekuatan baru dalam yen. Mata uang, yang dianggap sebagai aset safe-haven, diperdagangkan pada 103,62 terhadap dolar pada 8:13 HK / SIN, dibandingkan dengan tingkat dekat 104,69 pada Senin sore waktu setempat.

Penguatan yen biasanya negatif bagi eksportir karena mengurangi keuntungan mereka di luar negeri bila dikonversi ke dalam mata uang lokal.

Saham-saham ekspor utama melemah, dengan saham Toyota turun -0,72 persen, saham Honda turun -1,31 persen, saham Nissan turun -0,84 persen dan saham Sony turun -1,14 persen.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -20,00 poin atau -0,13% pada 15,900, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 15,920.

Untuk perdagangan selanjutnya indeks Nikkei berpotensi melemah terbatas dengan penguatan Yen. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 15,466-14,970, dan kisaran Resistance 16,415-16,955.

SOLID GOLD BERJANGKA

Indeks saham gabungan Nikkei Jepang menguat dalam sesi perdagangan choppy hari Selasa, namun penguatan diperkirakan terbatas karena para investor masih bersikap waspada terhadap volatilitas pasar mata uang yang meningkat meski terdapat harapan Inggris akan tetap menjadi member EU.

Terpantau sejauh ini indeks Nikkei futures menguat 1.99% di level 16,125, setelah meraih titik tertinggi intraday di 16,185 dan level terendah hariannya di 15,720.

Selain terdapat ekspektasi Inggris akan tetap menjadi member EU pada referendum Inggris, para pelaku pasar juga mengantisipasi komentar Gubernur Fed Janet Yellen yang dovish sehingga memicu reli pairing USDJPY menjelang testimony Yellen.

Katalis positif lainnya adalah MenKeu Taro Aso memberikan sinyalemen intervensi secara terkoordinir dengan kelompok negara G7 jika terjadi apresiasi berlebihan pada mata uang Yen Jepang ditengah resiko Brexit.

SOLID GOLD BERJANGKA

http://www.monexnews.com/stock-index/nikkei-melejit-searah-dengan-penguatan-usdjpy.htm
http://vibiznews.com/2016/06/21/waspadai-referendum-brexit-poundsterling-profit-taking/