Solid Gold SMG-Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Kamis (30/10) atau Jumat pagi WIB). Penguatan ini terjadi setelab laporan produk domestik bruto (PDB) riil AS pada kuartal ketiga tumbuh lebih besar dari yang diperkirakan.
Hal itu memperk

uat spekulasi pasar bahwa Federal Reserve Amerika Serikat (AS) akan menaikkan suku bunga utamanya lebih awal dari perkiraan. Kenaikan itu diperkirakan bakal terjadi pada pertengahan 2015.
Menurut laporan Departemen Perdagangan AS, PDB riil AS tumbuh untuk jangka tahunan sebesar 3,5 persen pada kuartal ketiga tahun ini. Padahal sebelumnya para analis memperkirakan pertumbuhan hanya sebesar 3 persen.
Sementara klaim tunjangan pengangguran yang relatif rendah yaitu 287.000 pada pekan terakhir Oktober juga menunjukkan pasar tenaga kerja AS yang membaik.
Data ekonomi bernada positif ini konsisten dengan keputusan the Fed pada Rabu lalu, untuk mengakhiri program stimulus pembelian aset enam tahun. Nada optimistik yang disampaikan bank sentral AS ini cukup memberi sinyal positif untuk para investor.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,2612 dolar AS dari 1,2646 dolar AS pada sesi sebelumnya. Sementata pound Inggris turun menjadi 1,6002 dolar AS dari 1,6022 dolar AS. Dolar Australia naik ke 0,8837 dolar AS dari 0,8805 dolar AS.
Dolar dibeli 109,34 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,79 yen pada sesi sebelumnya. Dolar naik tipis menjadi 0,9562 franc Swiss dari 0,9536 franc Swiss, dan bergerak turun ke 1,1193 dolar Kanada dari 1,1197 dolar Kanada. Sementara nilai tukar 1 dolar AS di Indonesia di Bank Indonesia pada Kamis tercatat sebesar Rp 12,226.00 untuk jual da Rp 12,104 untuk beli.

baca Disclaimer