SOLID GOLD BERJANGKA –¬†Akhir tahun 2013 mencatat adanya penurunan indeks bisnis Indonesia, terkait turunnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika. Selain itu, Indonesia juga sedang menghadapi beberapa permasalahan yang memengaruhi indeks bisnis serta kondisi ekonomi dan keuangan. Berbagai permasalahan terkait hukum perburuhan, korupsi, kebijakan keuangan, kebijakan terkait UKM dan penurunan tren indeks kenyamanan dan kepercayaan bisnis negara-negara asing turut berpengaruh terhadap indeks bisnis Indonesia.

Sebagai pemegang kebijakan dan kekuasaan tertinggi, pemerintah memilik banyak pekerjaan rumah untuk dilakukan demi menghilangkan stigma buruk yang mulai dilayangkan pada Indonesia terkait tren kenyamanan dan kepercayaan bisnis. Berikut adalah beberapa pekerjaan rumah pemerintah terkait peningkatan indeks bisnis, trend, dan kondisi keuangan serta ekonomi secara keseluruhan.

 

Pencegahan dan Penanggulangan Budaya Korupsi

Budaya korupsi yang sudah mengakar ke berbagai sektor, bahkan ke dalam badan pemerintah, merupakan salah satu akibat penurunan indeks kepercayaan bisnis negara-negara asing, terutama Inggris yang baru-baru ini menunjukkan adanya penurunan tingkat indeks kepercayaan dan kenyamanan bisnis di Indonesia. Budaya korupsi Indonesia pun telah dibahas di berbagai media internasional; jika hal ini tak segera ditanggulangi, pemerintah bisa menghadapi resiko kehilangan kepercayaan dari berbagai negara maju dalam hal berbisnis dan berinvestasi.

 

Peningkatan Pembiayaan UKM

Tahun ini, pemerintah telah mencanangkan pemberian kredit UKM yang lebih besar dan lebih terdiversifikasi. Selain untuk investasi, pembiayaan juga akan ditujukan langsung untuk aspek lain misalnya seperti pengembangan usaha. Hal ini memang akan berdampak baik bagi ekonomi kecil menengah, untuk seterusnya menguatkan ekonomi local, maupun indeks bisnis secara umum. Akan tetapi, hal ini harus diiringi dengan pelatihan tenaga tak terampil menjadi tenaga terampil, serta pemberian kesempatan yang lebih luas bagi usaha kecil menengah untuk bisa mendapat kredit usaha.

Sejauh ini, masih banyak lembaga kredit usaha yang cenderung kurang memihak pelaku usaha rumah tangga. Kalaupun ada, sosialisasinya belum luas sehingga masih banyak yang tak paham bahwa mereka bisa meminta bantuan usaha untuk memulai bisnis kecil sendiri. Dengan bantuan pemerintah, diharapkan akan ada semakin banyak lembaga pembiayaan khusus pelaku usaha kecil serta administrasi yang lebih mudah untuk mengajukan permohonan kredit.

 

Peningkatan Sarana, Prasarana dan Infrastruktur Dagang

Infrastruktur pendukung perdagangan dan bisnis di Indonesia yang cenderung masih berkualitas buruk telah menjadi penyebab menurunnya indeks kepercayaan dan kenyamanan bisnis, terutama yang baru-baru ini terjadi berdasarkan survey yang dilakukan perwakilan British Chamber of Commerce di Indonesia. Jalan yang masih banyak rusak di berbagai daerah, jaringan internet yang terhitung masih lambat, serta kurangnya pemerataan distribusi energi listrik di luar Jawa dan Bali sangat memengaruhi kenyamanan berbisnis, termasuk berbagai pelaku bisnis dan investor asing. Jika hal ini dibiarkan, maka akan berdampak pada penurunan tren indeks bisnis, terutama indeks terkait kenyamanan bisnis, yang kemudian akan berdampak pada penurunan jumlah investor asing.

 

Kebijakan Terkait Keuangan dan Perdagangan

Pemerintah memiliki pekerjaan rumah besar terkait selesainya konferensi tingkat menteri yang diadakan WTO di Bali, dimana salah satu kesepakatannya yaitu Paket Bali menuai kritik cukup keras karena dianggap absurd dan akan semakin menekan rakyat serta pengusaha kecil. Selain itu, isu denominasi yang kabarnya akan mulai diberlakukan tahun depan juga masih menuai kritik karena dianggap kurang efektif dan bisa memicu inflasi. Kedua hal ini wajib menjadi agenda utama pemerintah dalam hal penanganan isu ekonomi yang terkait indeks bisnis.