thumbnailPT.SolidGoldSemarang~ Secara umum, penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman m engandung gula . Namun, apakah pantangan ini berlaku untuk madu? Sebab, madu dikatakan lebih baik untuk tubuh daripada gula tebu.

Ditemui Detikfood di acara Manuka Health New Zealand, Drs. Mochamad Chandra Widjaja, MM sebagai ahli perlebahan menegaskan bahwa madu berbeda dengan gula. Meski sama-sama terdiri dari glukosa dan fruktosa, pada gula tebu keduanya menempel menjadi sukrosa, sedangkan pada madu dua jenis gula ini terpisah.

Glukosa dan fruktosa diserap tubuh dalam kecepatan yang berbeda. Namun, karena dalam gula tebu keduanya menyatu dan tergolong karbohidrat sederhana, tubuh dengan mudah memecahnya sehingga kadar gula dalam darah bisa naik dengan cepat.

Madu membutuhkan insulin lebih sedikit serta mengandung indeks glikemik lebih rendah daripada gula tebu. Karena mengandung karbohidrat kompleks, madu lebih sulit dipecah oleh tubuh, sehingga kadar glukosa dalam darah tak melonjak tinggi seperti saat mengonsumsi gula.

“Penderita diabetes boleh meminum madu,” simpul Chandra. Namun, ia menambahkan, jumlah konsumsinya tergantung tingkat diabetes yang diderita seseorang. “Kalau diabetesnya sudah parah, sebaiknya konsumsi madu dikonsultasikan ke dokter dulu,” ujar Chandra.

Selain itu, madu yang dikonsumsipun harus murni dan asli, bukan madu palsu yang dicampur gula. “Kalau mengonsumsi madu palsu yang tinggi kandungan gula, orang yang tadinya baik-baik saja malah bisa terkena diabetes,” Chandra mengingatkan.

Madu mencegah penderita diabetes diamputasi
Sejak dulu, madu sudah digunakan untuk mengobati luka. Bahkan, menurut cerita Wayan Raimantera, Managing Director PT Elang Biru Indonesia Gemilang (distributor tunggal Manuka Health New Zealand di Indonesia), madu bisa mencegah penderita diabetes diamputasi.

Risiko amputasi kaki cukup tinggi pada penderita diabetes. Sebab, luka pada penderita diabetes sulit kering sehingga bisa terinfeksi. Borok yang biasanya terdapat di kaki juga sulit disembuhkan karena bakterinya tak mempan dibunuh dengan antibiotik.

Namun, menurut Wayan, seorang penderita diabetes terselamatkan dari risiko amputasi setelah menggunakan plester yang mengandung madu selama 16 minggu. Madunya dipadatkan ke dalam lembaran gel yang dipasang di dalam plester.

“Gel pada produk Wound Dressing berfungsi mengeringkan luka dengan menyerap cairan. Setelah itu, madu manuka yang terkenal akan keunggulan antibakterinya masuk dan menyembuhkan luka,” tutur Wayan..

Madu juga sejak dulu digunakan untuk meredakan nyeri pada puting susu ibu menyusui. Namun, dikhawatirkan madu terminum bayi yang belum boleh mengonsumsi madu. Wayan berpromosi, produk Breast Pads dari Manuka Health New Zealand bisa jadi solusinya.

“Selain menghilangkan rasa sakit, kandungan madu manuka yang bersifat antibakeri pada Breast Pads juga bisa membuat puting ibu lebih higienis,” jelas Wayan.

(odi/fit)

sumbser food.detik.com

baca Disclaimer