solid gols smg-Penyebaran virus penyebab penyakit pada bangunan kantor berlangsung hanya dalam hitungan jam.
Setelah menempel pada gagang pintu kantor, hanya perlu waktu beberapa jam sebelum virus dapat ditemukan pada 40 sampai 60 persen orang di dalam tempat kerja – serta 40 hingga 60 persen dari benda yang banyak bersentuhan dengan aktivitas perkantoran, seperti tombol lift atau printer – menurut ilmuwan Charles Gerba, Ph.D., dari University of Arizona, Tucson.
Namun untungnya, seperti dilansir The Huffington Post, penempatan pembersih tangan dan tisu desinfektan di sudut atau pintu-pintu kantor dapat menghentikan penyebaran virus.
Gerba menyebut penempatan “senjata untuk perangi kuman” seperti pembersih gel alkohol dan tisu desinfektan yang disetai instruksi, efektif mencegah penyebaran penyakit di perkantoran.
Dia menambahkan, meski hanya setengah saja pekerja yang berkomitmen menggunakan produk pembersih, jumlah permukaan dan benda-benda yang mengandung virus turun setidaknya 80 persen.
“Hal-hal yang kami sarankan, seperti pembersih tangan, pencuci tangan, tisu desinfektan memang bermanfaat,” kata Gerba saat 54th Interscience Conference on Antimicrobial Agents and Chemotherapy.
Dalam studinya Gerba memantau penyebaran virus MS-2, yang menginfeksi bakteri tetapi tidak berbahaya bagi manusia. MS-2 memiliki bentuk, ukuran dan ketahanan yang sama terhadap virus lain seperti norovirus, pemicu gastroenteritis akut yang menyebabkan 21 juta penyakit.
Norovirus, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, dapat hidup selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu pada permukaan keras dan mungkin resisten terhadap beberapa desinfektan.
Dalam satu percobaan tertentu, Gerba menempatkan pelacak virus pada pintu kantor dengan 80 orang dan menemukan bahwa dalam tiga jam, MS-2 dapat dideteksi pada lebih dari setengah dari tangan pekerja kantor itu, serta lebih dari setengah dari permukaan yang tersentuh pekerja di dalam gedung.
Gerba menemukan satu ruangan khusus yang dia sebut “hotspot” virus. “Apa yang kita pelajari adalah, daerah pertama yang terkontaminasi adalah ruang istirahat minum kopi. Ruang itu benar-benar berubah menjadi hotspot, karena banyak orang masuk ke sana – lebih dari hotspot dari kamar kecil,” katanya.
Pada tahap kedua percobaan, Gerba meminta pekerja kantor berkala membersihkan tangan dengan pembersih gel alkohol dan tisu desinfektan.
Dia memasang pembersih tangan di ruang istirahat dan menginstruksikan para pekerja untuk membersihkan meja mereka sekali sehari dengan tisu.
Gerba menemukan intervensinya sangat efektif menghentikan penyebaran MS-2. Gerba mengulangi penelitian beberapa kali di kantor-kantor dan mendapati hasil yang sama.
“Saya yakin banyak orang yang terlibat atau mengatakan mereka akan menggunakan pembersih tangan atau desinfektan … yang tersedia untuk mereka.”