c_740_198_16777215_00_images_assets_GOLD_Gold-vs-Dollar.jpgRingkasan :

  • Russia tengah berseteru dengan pihak Barat, terutama Amerika Serikat terkait krisis Ukraina, dan karena pemahamannya terhadap kerentanan ekonomi domestik kini negara tersebut sedang coba melindungi diri dari sangsi ekonomi yang lebih berat.
  • Russia kini menggantikan kepemilikan obligasi Treasury AS yang berada di bank sentral-nya dengan cadangan emas dan aktivitas bisnis sedang tahap negosiasi untuk menyelesaikan perdagangan internasionalnya melalui mata uang selain USD.
  • Langkah-langkah tersebut akan membuat ekonomi Russia lebih kuat begitu juga dalam posisinya di tatanan ekonomi global untuk melawan pihak Barat, dan ini juga akan menambahkan dukungan yang kuat terhadap emas.

Aneksasi Russia terhadap Ukraina telah menyebabkan keretakan hubungan diplomatik antara Russia dengan Amerika Serikat dan Eropa yang berujung pada menerapan sangsi-sangsi dari yang ringan hingga berat dan Rusia pun menyadari kerusakan yang bisa ditimbulkan dari penerapan sangsi-sangsi dari pihak Barat tersebut terhadap ekonominya sehingga Negara itu kini berusaha melindungi dirinya.

Langkah melindungi diri itu termasuk mengakuisis cadangan emas untuk menggantikan obligasi Treasuries AS dan juga penggunaan mata uang selain dollar AS dalam segala macam penyelesaian transaksi perdagangan internasional.

Oleh karena itu kilau emas akan selalu bersinar sebagai “mata uang” yang memiliki kredibilitas global bahkan ketika dunia dalam keadaan tidak damai. Realitas di Russia saat ini menawarkan dukungan baru yang cukup solid untuk harga emas.

Dalam laporan bank sentral-nya, Russia mengatakan telah melakukan pembelian sejumlah besar emas di bulan April lalu. Analis mengatakan bahwa emas memiliki porsi yang kecil dalam cadangan Russia, namun bila Negara itu memang berniat untuk menaikan tingkat cadangan emas untuk menyamai paritasnya dengan Amerika dan Eropa maka Negara itu harus membeli lebih banyak emas lagi. Untuk upaya tersebut, Russia harus menjual obligasi Treasuries AS. Aksi ini akan mendukung harga emas untuk lebih tinggi dalam denominasi USD.

Hebba Investments mencatat bahwa Russia telah mendivestasi $50 milyar Treasuries AS antara Oktober 2013 hingga Maret 2014. Bila penjualan ini dilakukan terus, Negara itu perlu mem-backup mata uang dan ekonomi yang salah satunya adalah dengan membeli emas lagi. Hebba menunjukan bahwa akuisis bulanan Russia terhadap emas mencapai senilai 30 ton dari ketersediaan 2500 ton emas di pasar per tahun. Dalam laporannya, Hebba juga mencatat bahwa Russia hanya memiliki porsi 7.9% dari cadangan negaranya, dibandingkan Amerika yang berada pada level 70.2% dan zona euro sebesar 55.8%. Jadi bila Russia mencoba mencapai paritas yang sama dengan Amerika maupun zona euro maka akan banyak sekali yang harus di beli.

Dalam sepekan terakhir telah banyak surat kabar yang memberitakan bahwa Russia sedang melakukan lindung nilai (hedging) terhadap kemungkinan sangsi yang lebih tinggi dari pihak Barat. Perusahaan-perusahaan Russia dengan bernegosiasi dengan para pelanggannya untuk menyelesaikan transaksi menggunakan mata uang lain selain USD, termasuk yuan (China), dollar Hong Kong, dollar Singapura dan yen Jepang yang merupakan poros untuk perdagangan di Asia.

Penasehat ekonomi Vladimir Putin, Andrei Belousov menyatakan bahwa Russia hanya mempersiapkan diri dari kemungkinan terdepak dari pasar dollar AS. Namun, de-dolarisasi di Russia telah berlangsung sejak tahun 2007 lalu dan mulai melakukan pembelian emas secara signifikan.

Sumber : http://seekingalpha.com