SGB LAMPUNG – Di tengah perdagangan forex sesi Asia hari Selasa (14/06) kurs poundsterling masih belum mampu bergerak positif baik secara fundamental maupun secara teknikal. Secara fundamental sentimen referendum Brexit masih memberikan tekanan jual pada kurs pound dan menguntungkan kurs safe haven.

Semakin dekat waktu referendum Brexit yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 Juni atau sekitar 9 hari lagi membuat pasar global panik oleh kemungkinan buruk Inggris keluar dari Uni Eropa terjadi setelah referendum tersebut. Hal tersebut terlihat dari hasil jajak pendapat sementara yang menunjukkan dukungan terhadap Brexit.

Namun untuk perdagangan forex hari ini pergerakan bearish poundsterling dapat berubah arah oleh sentimen positif yang datang dari data ekonomi Inggris yaitu data inflasi bulanan pada bulan Mei. Data ini mendapat ekspektasi kenaikan tingkat inflasi oleh para ekonomi dunia sehingga pound diharapkan mendapat tenaga rebound.

Pergerakan kurs poundsterling di sesi Asia (01:50:35 GMT) bergerak lemas terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih rendah pada 1.4271 di awal perdagangan (00.00 GMT), kurs pound turun 34 pips atau 0,4% dan nilai bergulir berada pada 1.4195.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, pair GBPUSD dapat naik ke kisaran 1.4286-1.4335 jika penurunan pair tidak sampai kisaran 1.4112.

http://vibiznews.com/2016/06/14/poundsterling-sesi-asia-14-juni-harapkan-kekuatan-rebound/