PT.SolidGoldSemarang~ Jatuhnya harga minyak mentah dunia, yang mengegerkan banyak negara, dinilai bernuansa politis. Bahkan, kental dengan konspirasi politik.

Hal itu diutarakan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani menyikapi harga minyak yang semakin hari kian menurun. Rouhani menilai konspirasi politik tersebut terkait dengan terhadap kepentingan daerah.

“Iran dan orang-orang di wilayah ini tidak akan melupakan konspirasi tersebut,” ujar Rouhani dalam pertemuan kabinet, demikian dilansir dari CNBC, Jumat (12/12/2014).

Lalu, siapa yang berkepentingan dari kejatuhan harga minyak? Amerika Serikat (AS) disebut-sebut memiliki agenda tersendiri terkait anjloknya harga minyak dunia. Data Energy Information Administration pada 4 Desember menyatakan AS justru menambah suplai minyak mentah sebanyak 380,8 barel menjadi 1,5 juta barel.

Banyak analis yang mempertanyakan maksud dari sikap AS tersebut. Sikap AS ini pun menimbulkan spekulasi bahwa harga minyak sengaja dibanting untuk melumpuhkan lawan politiknya seperti Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sengketa dengan Ukraina perihal kepemilikan wilayah Crimea.

Jika harga minyak dunia jatuh maka pendapatan negara produsen minyak juga akan jatuh. Sekadar diketahui, Rusia menghasilkan minyak 10,5 juta barel per hari (bph) atau 11 persen dari produksi minyak dunia. Posisi Rusia adalah sebagai negara yang menolak rencana untuk memangkas produksinya.

Namun, Rusia tidak tergabung dalam OPEC. Negara kartel minyak yang tergabung dalam OPEC terdiri dari 12 anggota. Mereka meliputi Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait, Venezuela, Qatar, Libya, Uni Emirat Arab, Aljazair, Nigeria, Ekuador, dan Angola.

Vladimir Putin juga sempat dikatakan menjadi dalang separatis di Crimea yang juga disebut-sebut pelaku di balik jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17. Namun, spekulasi politik tersebut masih belum terbukti.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif dari PIRA Energy Group, Gary Ross, mengatakan bahwa peningkatan produksi minyak AS memberikan pukulan pada OPEC. “Serangan minyak mentah dari Amerika secara drastis telah menggeser posisi OPEC dan mengurangi pangsa pasarnya,” jelas dia.

sumber okezone

baca Disclaimer