Minyak siap untuk membukukan kenaikan bulanan terbesar dalam setahun karena menurunnya produksi minyak AS ke level terendah sejak Oktober 2014.

Minyak berjangka di New York telah naik sekitar 19 persen bulan ini, kenaikan terbesar sejak April 2015. produksi turun untuk minggu ketujuh menjadi 8,9 juta barel per hari, menurut data Rabu dari Energy Information Administration. Venezuela masih bekerja untuk meningkatkan harga yang terlalu rendah, Presiden Nicolas Maduro mengatakan di televisi lokal negara tersebut.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni turun sebanyak 39 sen menjadi $ 45,91 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 45,66 pada 09:08 pagi waktu Melbourne. Kontrak naik 70 sen menjadi $ 46,03 pada hari Kamis kemarin, penutupan tertingginya sejak 4 November. Jumlah volume perdagangan sekitar 80 persen di bawah rata-rata 100-harinya. Harga mengalami kenaikan sebesar 4,4 persen minggu ini.

Brent untuk pengiriman Juni naik 96 sen, atau 2 persen, ke $ 48,14 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange, Kamis kemarin. Kontrak tersebut berakhir Jumat. Minyak berjangka Juli yang semakin aktif naik 84 sen menjadi $ 47,77. Minyak mentah acuan global ditutup dengan premi sebesar $ 2,11 untuk WTI Juni.(mrv)

Sumber: Bloomberg