PT SOLID GOLD BERJANGKA – Emas Dunia Tertahan Setelah Melejit 2,5 %, Emas Antam Melonjak ke Rp 684.000 per gram

PT SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Dolar jatuh ke level terendah dua minggunya pada hari Kamis terhadap sekeranjang mata uang karena para trader memangkas kepemilikan greenback oleh yields Treasury Amerika Serikat yang lebih rendah dan kerugian bursa ekuitas yang berlanjut di Wall Street.

Sementara itu, analis Vibiznews melihat bahwa spot emas dunia secara umum mulai bisa lepas naik dari rentang konsolidasinya selama hampir dua bulan terakhir setelah sebelumnya terseret dalam downtrend dari awal April lalu, sedangkan dollar tampak terkoreksi lagi di harinya yang keempat. Harga emas, kalau terus tertekan, akan menuju level support di $ 1.180,32 dan $ 1.159,79. Sedangkan, bila terdongkrak ke atas akan menuju ke level resistant $1.225,90 dan level $1.234,77.

Di dalam negeri, harga emas ANTAM terpantau melejit Rp 11.000 ke level harga Rp 684.000 per gramnya, dibandingkan harga pada Kamis kemarin di Rp 673.000.

Harga emas dunia terpantau mengalami sedikit koreksi di level 2 bulan tertingginya pada perdagangan Jumat siang (12/10) Waktu Indonesia Barat, dimana harga emas melonjak lebih dari 2 persen karena kekalahan di pasar saham global telah mendorong daya tarik safe haven logam mulia.

Spot emas terkoreksi 0,3 % ke level $ 1,221.06 per ounce pada Jumat siang WIB. Pada Kamis malam (11/10), emas melonjak sekitar 2,5 % setelah menyentuh posisi tertinggi sejak 31 Juli di $ 1,226.27. Hal itu juga merupakan persentase kenaikan harian terbaik sejak Juni 2016. Emas berjangka Amerika Serikat turun 0,3 % pada $ 1,224.50 per ounce.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, tengah hari Waktu Indonesia Barat ini melemah tipis ke level 95,00 dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 95,02.

Bursa saham Asia terpantau relative stabil pada hari Jumat setelah sembilan hari beruntun melemah. Tetapi sentimen pasar masih lemah setelah saham di Wall Street runtuh dan ekspektasi volatilitas pasar melonjak hingga delapan bulan tertinggi.

Kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari perang dagang China- Amerika Serikat, lonjakan yield obligasi Amerika Serikat minggu ini dan concern pasar menjelang musim laporan keuangan disebutkan telah menjadi alasan potensial di balik gencarnya aksi jual saham, yang merupakan loss pasar terbesar sejak Februari lalu.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews