PT SOLID GOLD BERJANGKA – Harga Emas Mingguan Naik Tipis; Pergerakan Dollar AS dan Ketidakpastian Politik Dicermati

PT SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Diperkirakan harga emas berpotensi naik jika pelemahan dollar Amerika Serikat berlanjut. Demikian juga jika ketidakpastian politik menguat hari ini, dapat mengangkat harga emas. Harga emas diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,258-$ 1,260, dan jika harga bergerak turun akan menembus kisaran Support $ 1,254-$ 1,252.

Harga emas menguat di sesi Asia, Jumat, seiring harga minyak yang masuk fase bearish membangkitkan kekhawatiran inflasi Amerika Serikat akan di bawah target bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve. Inflasi di bawah target akan menggagalkan rencana The Fed untuk menaikkan bunga sekali lagi di tahun ini.

Kendati harga minyak rebound pada perdagangan Kamis kemarin namun secara keseluruhan harga minyak di awal tahun telah terpangkas 20 %. Investor beralih memegang obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury sehingga yield obligasi tenor 10 tahun yang menjadi acuan turun ke 2.1511 persen, dekat level rendah sejak November, sebelum Pilpres Amerika Serikat. Rendahnya yield menimbulkan keraguan the Fed akan melakukan program pengurangan kepemilikan obligasinya.

Dengan harga minyak lebih rendah, maka dana investor keluar dari sektor energi dan masuk aset safe haven seperti emas. Orang berpikir data ekonomi lebih lemah dan Fed mulai ragu pda rencana mereka.

Saat penulisan, emas diperdagangkn di $1252.46 per troy ons atau naik 0,20 %.

Harga emas naik ke tertinggi satu minggu pada akhir perdagangan akhir pekan hari Sabtu dinihari minggu lalu, didorong oleh pelemahan dollar Amerika Serikat dan ketidakpastian ekonomi dan politik global, namun prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut meningkat di Amerika Serikat.

Harga emas spot LLG naik 0,43 % pada $ 1,255.60 per ons setelah sebelumnya menyentuh $ 1,258.00, level tertinggi sejak 14 Juni.

Harga emas berjangka Amerika Serikat naik $ 7, menetap di $ 1,256.40 setelah sempat melintasi moving average 50 hari untuk pertama kalinya sejak 15 Juni.

Untuk minggu ini harga emas hanya naik tipis sekitar 0,2 %. Dollar Amerika Serikat yang naik turun juga membuat harga emas sideways.

Namun ketidakpastian politik sedikit mengangkat harga emas. Tuduhan hubungan dengan Rusia telah membayangi lima bulan pertama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Korea Utara menguji sebuah mesin roket dan negosiasi Brexit semuanya memicu kekhawatiran tentang stabilitas global.

Emas sering digunakan oleh investor sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian politik dan keuangan. Tapi itu tidak mendapatkan bunga, dividen atau kupon dan harganya mahal untuk diasuransikan dan disimpan.

Mata uang Amerika Serikat yang meningkat membuat logam berdenominasi dollar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, yang berpotensi dapat menundukkan permintaan.

Kenaikan suku bunga Fed pada 14 Juni membuat investor menjual emas. Kepemilikan emas trebear di dunia yang didukung bursa ETF, New York’s SPDR Gold Trust, turun menjadi 27.456 juta ons dari 27.875 juta ons pada 13 Juni.

Di tempat lain, perak naik 0,93 % menjadi $ 16,68 per ons, platinum naik 0,78 % menjadi $ 928,45 per ons dan paladium turun 2,83 % menjadi $ 858.99.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews