PT SOLID GOLD BERJANGKA – Harga Emas Turun Terendah 7 Minggu

PT SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Diperkirakan harga emas berpotensi lemah jika penguatan dollar Amerika Serikat berlanjut. Harga emas diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,219-$ 1,217, dan jika harga bergerak naik akan menembus kisaran Resistance $ 1,223-$ 1,225.

Harga Emas turun ke level terendah tujuh minggu pada akhir perdagangan Selasa dinihari tadi menuju penurunan satu hari terbesar dalam dua bulan terbebani penguatan dollar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil Treasury Amerika Serikat 10 tahun.

Harga emas menguat ke level $1225 pada sesi perdagangan Asia hari Selasa menjelang hari libur di Amerika Serikat dengan perdagangan diperkirakan dalam volume tipis.

Semalam, harga emas melemah, ditekan oleh kenaikan tajam dalam yield obligasi Amerika Serikat dibalik serangkaian aktivitas manufaktur Amerika Serikat yang optimis yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat masih kuat.

Harga emas mulai bergerak negatif pada awal bulan ini, setelah data manufaktur yang lebih baik dari perkiraan memicu ekspektasi untuk adanya kenaikan suku bunga Amerika Serikat, yang di dukung oleh pergerakan yield obligasi Amerika Serikat yang lebih tinggi yang memangkas permintaan untuk emas.

Harga emas memiliki level support terdekat di $1217 dan resisten di $1228

Harga emas spot LLG turun 1,60 % pada $ 1,221.37 per ons, sementara emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus ditutup pada $ 1,219.20, turun $ 23,1.

Analis menyatakan imbal hasil obligasi yang meningkat dan permintaan fisik yang ringan membebani emas.

Saham Eropa memulai kuartal baru dengan kenaikan yang solid, sementara dolar terangkat dari posisi terendah sembilan bulan karena imbal hasil Amerika Serikat mencapai tertinggi sejak pertengahan bulan Mei. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman selama 10 tahun ditarik kembali setelah aksi jual tajam pekan lalu, namun berada di posisi tertinggi 3,5 bulan.

Emas gagal untuk mendapatkan keuntungan dari kelemahan dolar di kuartal kedua, karena hal ini sebagian besar didorong oleh harapan untuk memperketat kebijakan moneter di luar Amerika Serikat.

Perak turun 2,84 % pada $ 16,10 per ons. Perak adalah pemain terburuk dari logam mulia utama di kuartal kedua, yang mengakhiri periode ini turun 9 %.

Paladium, raih kenaikan terbesar kuartal lalu dengan kenaikan mendekati 6 %, naik 0,46 % pada $ 845,40 per ons, sementara platinum 1,95 % lebih rendah pada $ 903,95 per ons.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews