PT SOLID GOLD BERJANGKA – IEA Pangkas Permintaan Minyak Mentah Global

PT SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – IEA memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global akan melambat dari 1,4 juta barel per hari di 2016 menjadi 1,2 juta barel per hari di 2017, turun 0,1 juta barel per hari di bawah perkiraan sebelumnya.

Dunia akan mengkonsumsi lebih sedikit minyak mentah tahun depan daripada yang diperkirakan sebelumnya sebagai iklim ketidakamanan ekonomi terus berlanjut, sesuai dengan permintaan terbaru diperkirakan oleh Badan Energi Internasional (IEA).

Pada hari Rabu, OPEC, kelompok negara-negara penghasil minyak terbesar dunia, menetapkan prospek untuk pertumbuhan permintaan minyak untuk 2017 tidak berubah pada 1,15 juta barel per hari, tapi kenaikan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak 2016, telah mengurangi harapan untuk kesepakatan pada pembekuan produksi pada pertemuan bulan depan.

Dan pada hari ini, The International Energy Agency memperingatkan bahwa permintaan minyak global diperkirakan akan turun mulai tahun ini hingga tahun depan karena lemahnya ekonomi makro, pernyataan tersebut mendorong harga minyak ke level terendah sesi.

IEA dalam laporan bulanan di periode Agustus mengatakan bahwa pertumbuhan permintaan minyak global diperkirakan melambat mulai dari 1.4 juta barel per hari di periode 2016 menjadi 1.2 juta barel per hari di tahun 2017,

Untuk perkiraan di tahun 2017, meskipun masih di atas tren, berada 0.1 juta lebih rendah dari ekspektasi sebelumnnya karena masih buruknya outlook ekonomi makro, tambah IEA.

IEA mencatat bahwa pasokan minyak global naik sekitar 0.8 juta barel per hari di bulan Juli, produksi baik dari OPEC ataupun Non OPEC meningkat.

Harga minyak saat ini bergerak di level $41.26, setelah sempat turun ke level $41.09 per barel.

Level support terdekat berada di $40.80 dan level resisten di $41.85.

Harga minyak, yang memiliki rata-rata $ 45 per hari pada bulan Agustus sejauh ini, telah terseret ke bawah, sejak Juli 2014, ketika rata-rata di atas $ 100 per hari. Pada awalnya, ini disalahkan pada kekenyangan produksi, tetapi karena kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global, ini mengurangi ekspektasi lebih jauh.

“Ketika terjadi penurunan harga baru-baru ini, dinamika pasar minyak mentah memegang kunci. Minyak mentah masih menjadi bagian terbesar dari pasar minyak dunia, memiliki fundamental sendiri yang belum tentu sinkron dengan total likuiditas pasar, “tulis analis IEA dalam laporan mereka.
PT SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG

Sumber : Vibiznews