PT SOLID GOLD BERJANGKA – Pasar Asia Dibuka Naik Dampak Capaian Wall Street

PT SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Data ekonomi Amerika Serikat akan mencakup beberapa laporan perumahan bulan September. Awal pembangunan rumah baru dan penjualan properti yang dimiliki sebelumnya mungkin akan menunjukkan dampak negatif Badai Harvey dan Irma terhadap permintaan akan rumah dan bangunan.
China akan merilis data untuk PDB, produksi industri dan penjualan ritel pada hari Kamis.
Gubernur Bank of England Mark Carney muncul di hadapan Komite Perbendaharaan Parlemen Inggris untuk pertama kalinya sejak pemilihan Juni pada hari Selasa.

Saham

Indeks Topix Jepang bertambah 0,4 % pada pukul 9:12 waktu Tokyo. Indeks S & P / ASX 200 Australia naik 0,5 % dan indeks Kospi Korea Selatan sedikit berubah. Kontrak pada Indeks Hang Seng Hong Kong bergerak datar. Indeks S & P 500 da Senin ditutup pada level tertinggi dalam sejarah pada penutupan perdagangan Wall Street hari Senin.
Saham Netflix Inc. naik dalam perdagangan setelah bursa tutup karena perusahaan tersebut sangat berupaya untuk menciptakan jaringan televisi global, mencetak kuartal ketiga penyedia video streaming terbaik yang tercatat sehingga mengirimkan sahamnya ke level tertinggi baru. Indeks MSCI Emerging Market naik 0,5 % ke tertinggi dalam enam tahun pada hari Senin.

Mata uang

Kiwi naik sebanyak 0,5 % dan diperdagangkan di 71,87 sen Amerika Serikat setelah data inflasi Selandia Baru melampaui perkiraan. Euro berada di $ 1,1793. Ini turun 0,2 %  pada hari Senin. Pound Inggris berada di $ 1,3253 setelah tergelincir 0,3 % pada sesi Senin. Yen diperdagangkan pada 112,22 per dollar.

Obligasi

Imbal hasil pada Treasuries 10 tahun stabil di 2,30 % setelah naik tiga basis poin pada hari Senin. Sementara imbal hasil imbal 10 tahun Australia menambah dua basis poin menjadi 2,77 % pada awal perdagangan Selasa.

Komoditi

Minyak mentah West Texas Intermediate stabil di $ 51,87 per barel setelah naik 0,8 % pada sesi sebelumnya. Emas berada di $ 1.294,28 per ounce setelah turun 0,6 %. Tembaga di LME naik tipis menjadi $ 7.125 per metrik ton, mendekati level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun, setelah melonjak 3,7 % pada hari Senin. Kenaikan di pasar saham meluas sampai ke Asia setelah Wall Street ditutup di rekor baru lagi, sementara obligasi Australia turun demikian juga dengan Treasuries di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat.

PT SOLID GOLD BERJANGKA

Tolok ukur ekuitas meningkat di Tokyo dan Sydney. John Taylor, kandidat ketua Fed yang dikenal dengan peraturan kebijakan moneter yang umumnya menganjurkan suku bunga yang lebih tinggi, dikatakan telah mengesankan Presiden Donald Trump dalam sebuah wawancara pekan lalu. Pound stabil setelah memecahkan kemenangan lima hari beruntun pada spekulasi bahwa pembicaraan Brexit dapat mencapai kesepakatan yang lebih baik.

Tembaga bertahan di atas $ 7.000 per metrik ton untuk pertama kalinya sejak 2014 setelah melonjak. Minyak tetap mendekati level tertinggi dua minggu saat pasukan Irak bentrok dengan pasukan Kurdi, mengganggu pasokan dari wilayah yang menghasilkan lebih dari setengah juta barel per hari.

Di Spanyol, investor sedang menunggu langkah selanjutnya dalam sebuah krisis yang telah membebani aset Spanyol dan mungkin juga akan mengoncangkan euro. Di tempat lain, peso Meksiko jatuh ke level terendah lima bulan setelah pemerintahan Trump melakukan tuntutan agresif selama putaran keempat perundingan mengenai masa depan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara.

Sejumlah pembicara Fed dan penerbitan Beige Book minggu ini dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang jalur kebijakan Amerika Serikat, sementara di Australia, hari Selasa adalah jadwal pertemuan bank sentral awal bulan ini.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews