PT SOLID GOLD BERJANGKA – Waspada, Modus Penipuan Umroh

PT SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – “Penipuan Modus Umroh ini berdiri 3 Februari 2017 lalu, anggota Perpuhi yang awalnya 19 biro sekarang meningkat menjadi 33 biro perjalanan. Tersebar di Soloraya, Semarang, Jogja, Jakarta, dan Pasuruan. Kami siap menjadi tempat sharing dan mencari jalan keluar,” tandas Her Suprabu yang juga Direktur Biro Perjalanan Haji dan Umrah Dewangga.

Untuk diketahui, Suyamto, Direktur Bidang Travel Umroh PT Semesta Nusantara Bakti yang beralamat Jl. Ahmad Yani, Kartasura, Sukoharjo harus berurusan dengan polisi. Dia ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menggelapkan dana milik 149 jemaah yang sudah membayar lunas sebesar Rp 6,064 miliar.

Persaudaraan Pengusaha Travel Umroh Haji Indonesia (Perpuhi) mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur paket umroh dengan biaya yang terlalu murah. Hal itu menyusul dugaan penipuan sebuah perusahaan berkedok biro perjalanan haji dan umrah di Kabupaten Sukoharjo yang merugikan masyarakat hingga Rp 6 miliar.

Ketua Perpuhi, Her Suprabu mengatakan, penipuan berkedok biro perjalanan haji dan umrah di Indonesia hampir tiap tahun muncul dan tenggelam. Imbasnya, kepercayaan masyarakat terhadap biro perjalanan yang selama ini berkompeten juga ikut luntur.

“Ini kayak siklus, tiap tahun selalu kasus penipuan melalui penawaran paket umroh murah. Kebetulan penipuan yang ada di Sukoharjo bukan anggota kita. Namun demikian, Perpuhi akan mengedukasi masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah tergiur penawaran paket umrah yang terlalu murah,” katanya dalam jumpa pers di Sekretariat Perpuhi yang terletak di Hotel Dinasty Solo, Selasa kemarin.

Menurut Her Suprabu, selama ini memang tidak ada standarisasi yang pasti terkait besaran biaya paket umrah. Namun kalau dihitung secara kasar, calon peserta umroh minimal merogoh kocek sekitar Rp 19 juta. Perkiraan itu diasumsikan Rp 12 juta untuk biaya pesawat dan sisanya untuk akomodasi hotel dan jasa.

“Padahal ini kan murni bisnis jasa. Tak jarang banyak sekali biro perjalanan yang menjual dengan harga di bawah HPP (harga pokok penjualan). Katakanlah seharusnya Rp 20 juta tapi justru ditawarkan dengan harga Rp 18 juta. Ini kan enggak masuk akal,” ujarnya.

Selain iming-iming harga yang terlalu murah, sambung dia, ada sejumlah modus patut diwaspadai calon jamaah, yakni jarak antara proses pelunasan pembayaran dengan pemberangkatan terlalu lama.

“Misal pendaftaran dan pelunasan pembayaran dilakukan sekarang, namun berangkatnya tahun depan. Ini kan enggak wajar. Padahal biasanya standarnya pelunasan itu dilakukan satu bulan sebelum keberangkatan,” sambungnya membocorkan indikasi sebuah biro perjalanan haji dan umrah yang menyimpang.

Mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah menyiapkan posko aduan bagi masyarakat di sekretariat Perpuhi Solo. Masyarakat bisa menyampaikan keluhan maupun mencari informasi secara lebih lengkap mengenai biro perjalanan haji dan umroh yang aman di Jateng dan DIY.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : MERDEKA