PT Solid Gold – Sentimen Negosiasi Dagang Amerika Serikat – China Mendera Gerak Rupiah

PT Solid Gold Lampung – Pagi hari ini, sebagian mata uang utama Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Won Korea melemah 0,50 %, ringgit Malaysia melemah 0,12 %, rupee India melemah 0,19 %, serta peso Filipina melemah 0,23 % terhadap dollar Amerika Serikat.

Ariston berpendapat rupiah akan berpotensi bergerak di area 14.190 per dollar Amerika Serikat, dengan support di 14.100 per dollar Amerika Serikat pada hari ini.

Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp. 14.282 per dollar Amerika Serikat pada perdagangan pasar spot Rabu (9/10) pagi. Posisi ini melemah 0,14 % dibanding kurs pada Selasa (8/10) sore yang senilai Rp. 14.162 per dollar Amerika Serikat.

Di kawasan Asia, yen Jepang tak bergerak dan berada di posisi stagnan terhadap dollar Amerika Serikat, dollar Singapura menguat 0,03 %, baht Thailand menguat 0,08 %.

Selain itu mata uang negara maju terpantau bervariasi, seperti poundsterling Inggris melemah 0,02 % terhadap dollar Amerika Serikat, sementara euro menguat 0,03 % dan dollar Australia menguat 0,13 % terhadap dollar Amerika Serikat.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China masih jadi katalis pasar.

Ariston menyebut pelaku pasar masih khawatir dan mengantisipasi perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

“Pasar masih mengkhawatirkan negosiasi tidak mengahasilkan kata sepakat yang diinginkan kedua belah pihak,” kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (9/10).

Negosiasi juga diramal akan semakin alot karena friksi kedua kubu akibat Pemerintah Amerika Serikat yang memperluas daftar hitam perusahaan Tiongkok, sehingga tidak bisa berbisnis dengan perusahaan Amerika Serikat pada Selasa (8/9) kemarin.

“Kebijakan ini meningkatkan friksi Amerika Serikat – Tiongkok menjelang negosiasi,” Ucapnya.

Rencananya, pertemuan Wakil Perdana Menteri China Liu He dengan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin di Washington sudah dijadwalkan pada Kamis (10/10) dan Jumat (11/10).

Negosiasi tersebut diramal semakin tak menentu karena Amerika Serikat menginginkan kesepakatan yang komprehensif meliputi perlindungan hak kekayaan intelektual perusahaan Amerika Serikat. Di sisi lain, pihak China hanya mau kesepakatan parsial yang berkaitan dengan pembelian produk pertanian Amerika Serikat dan pengurangan tarif impor barang dari China.

Namun, lanjut Ariston, pelemahan terbatas berpotensi terjadi hingga hasil negosiasi disepakati.
Solid Gold

Sumber : cnnidonesia

Baca Juga :

Artikel PT Solid Gold Berjangka

Hubungi Kami PT Solid Gold Berjangka

Glosarium – P PT Solid Gold Berjangka

Loco London Gold PT Solid Gold Berjangka

Mengenal Pasar Keuangan PT Solid Gold Berjangka

Transaksi Sistem Online PT Solid Gold Berjangka

Tampilan Online Trading PT Solid Gold Berjangka

Istilah Dalam Transaksi Online PT Solid Gold Berjangka

Glosarium – PT. Solidgold Berjangka PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka Illustrasi Perhitungan Transaksi