SGB LAMPUNG – Pada permulaan minggu lalu Gubernur the Fed Janet Yellen memberikan assessment yang positip mengenai outlook ekonomi AS dan mengatakan kenaikan tingkat bunga adalah mungkin tetapi tidak menyebutkan dengan jelas kapan. Pertumbuhan employment dan inflasi diperkirakan akan menguat lebih lanjut. Namun, Yellen menyebutkan empat resiko utama terhadap ekonomi AS yang bisa mengubah kebijakan moneter the Fed: permintaan yang melambat, produktifitas, inflasi dan resiko dari luarnegeri. Kemudian pada minggu lalu, klaim pengangguran AS mengejutkan dengan jumlah klaim baru yang lebih rendah daripada yang diperkirakan, turun 4000 dari yang diperkirakan membukukan kerendahan selama enam minggu 264.000.

Hal-hal yang positip yang terjadi pada minggu lalu:
Jobless claims turun ke 264.000, 4-week moving average turun ke 269.500.
2. Mortgage applications untuk membeli rumah lompat 11.7% w/o/w ke level tertinggi sejak bulan Oktober
3. Job openings meningkat menjadi 5.788.000.
4. MBA mortgage composite index naik 9.3% w/o/w.
5. Construction spending direvisi naik 1.5% dari angka sebelumnya 0.3%.
6. Consumer sentiment tetap kuat di 94.3
7. Baik Reserve Bank of Australia dan Reserve Bank of India kedua-duanya tetap mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah.

Hal-hal yang negatip yang terjadi pada minggu yang lalu:
ECB mulai membeli obligasi korporasi, membuat beberapa imbal hasil masuk ke teritori negatif.
2. VIX naik 17% dalam sehari, kenaikan harian tertinggi sejak 7 Januari 2016.
3. Labor market conditions index dari Federal Reserve turun menjadi -4.8 dari -3.4 di bulan April. Sekarang berada pada level terendah sejak bulan Mei 2009.
4. Nonfarm productivity turun 0.6% q/o/q.
5. Labor market conditions index turun ke -4.8, angka negatif yang kelima berturut-turut.
6. Wholesale inventories naik 0.6% m/o/m
7. Chinese exports di bulan Mei turun 4.1% y/o/y

http://vibiznews.com/2016/06/13/ringkasan-kalender-forex-minggu-lalu-93/