SGB LAMPUNG – Mengakhiri perdagangan forex awal pekan dengan volume yang sepi dikarenakan liburnya bursa Amerika dan Inggris, pergerakan nilai tukar terhadap dollar AS mixed. Dollar hanya menguat terhadap sedikit rival utamanya yaitu yen dan dollar Kanada, rival utama lainnya berhasil rebound seperti kurs komoditas oleh karena rally harga minyak mentah.

Penguatan dollar terhadap yen perdagangan semalam terjadi oleh kuatnya sentimen kenaikan Fed rate dan juga sentimen ditundanya kenaikan pajak penjualan Jepang tahun 2017. Penundaan kenaikan pajak penjualan membuat prospek investasi saham lebih menguntungkan sehingga pasar memburu Nikkei ketimbang yen.

Rival lainnya menguat mengambil momentum liburnya bursa Amerika dan juga Inggris sehingga pasar memburu kurs seperti euro, pound, dan swiss franc di posisi yang rendah. Dan untuk pergerakan pagi ini dollar AS masih alami tekanan jual.

Untuk pergerakan selanjutnya, perdagangan forex dollar AS hari ini dipengaruhi banyak sentimen baik dari kawasan Eropa dan juga Amerika malam nanti. Dari kawasan Eropa data yang penting berupa data prelim CPI secara kawasan dan data ekonomi Jerman (ritel sales dan tingkat pengangguran), sedangkan dari Amerika data yang penting berupa data CB Consumer Confidence selain data PCE index.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan sesi Asia sore ini turun 0,1 persen setelah dibuka pada posisi 95,63 dan bergulir pada posisi 95,54. Perdagangan sebelumnya indeks dollar AS hanya melemah hingga 0,01 persen.

http://vibiznews.com/2016/05/31/kondisi-dollar-selasa-pagi-masih-lemas/