Bursa Asia Terdampak Serangan Udara di Irak, IHSG Masih Kuat – Solid Berjangka

Solid Berjangka lampung – Berdasarkan data Bloomberg, IHSG naik 0,33 % atau 20,61 poin ke level 6.304,19 pada akhir sesi I dari level penutupan sebelumnya. Pada perdagangan Kamis ( 2/1/2020 ), perdagangan pertama pascalibur Tahun Baru, IHSG menutup pergerakannya di level 6.283,58 dengan pelemahan 0,25 % atau 15,96 poin.

Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mampu mempertahankan reboundnya di zona hijau pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat ( 3/1/2020 ), saat mayoritas indeks saham di Asia terjungkal ke wilayah negatif. Indeks mulai rebound dari pelemahannya ketika dibuka menguat 0,36 % atau 22,61 poin di posisi 6.306,19 pada Jumat ( 3/1 ) pagi. Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak di level 6.296,55 – 6.323,03

Delapan dari sembilan sektor menetap di zona hijau pada akhir sesi I, dipimpin pertanian ( + 0,82 % ) dan barang konsumen ( + 0,48 % ). Satu – satunya sektor yang parkir di zona merah adalah perdagangan yang turun 0,45 %. Sebaliknya, indeks saham lainnya di Asia mayoritas tampak bergerak negatif, di antaranya indeks Hang Seng Hong Kong yang terkoreksi 0,17 %, serta Shanghai Composite dan CSI 300 China yang masing-masing turun 0,30 % dan 0,40 %.

Bursa Asia secara keseluruhan melemah sementara harga minyak mentah melonjak setelah serangan udara Amerika Serikat di Irak menewaskan seorang jenderal Iran. Peristiwa ini serta merta meningkatkan tensi gopolitik. Jenderal Qasem Soleimani, komandan pasukan elit Quds Iran, dilaporkan tewas dalam serangan pasukan Amerika Serikat di Irak pada Jumat ( 3/1/2020 ).

Pentagon mengonfirmasi bahwa Soleimani dibunuh atas arahan Presiden Donald Trump. Pernyataan tersebut keluar setelah muncul laporan adanya serangan di Bandara Internasional Baghdad yang disebut telah menewaskan sejumlah orang. ” Atas arahan Presiden, militer Amerika Serikat telah mengambil tindakan tegas untuk melindungi personil Amerika Serikat di luar negeri dengan membunuh Qasem Soleimani, ” demikian pernyataan Pentagon yang dikutip dari BBC.

” Serangan ini bertujuan untuk mencegah rencana serangan Iran di masa depan. Amerika Serikat akan terus mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi rakyat kami dan kepentingan kami di mana pun mereka berada di seluruh dunia, ” lanjut Pentagon. Indeks MSCI Asia Pacific selain Jepang yang sempat menyentuh level tertingginya sejak 15 Juni 2018 pada awal perdagangan hari ini pun terjungkal ke zona merah menyusul laporan serangan tersebut.

“ Masih sangat tidak jelas apa dampak ( serangan Amerika Serikat ) terhadap pasar ekuitas, ” ujar Tapas Strickland, direktur ekonomi dan pasar di National Australia Bank. “ Semuanya bergantung pada apa yang dilakukan oleh Iran dalam hal pembalasan, ” tambahnya, seperti dikutip dari Reuters.
Solid Berjangka

Sumber :market.bisnis