Rekomendasi Pergerakan Harga Emas 31 Januari 2020 – Solid Berjangka

Solid Berjangka Lampung – Data ekonomi Amerika Serikat pada hari Kamis kemarin gagal memberikan impresi, dengan perkiraan pendahuluan GDP kuartal keempat sesuai dengan yang diperkirakan di 2.1 %. “ Initial Jobless Claim ” untuk minggu yang berakhir pada tanggal 24 Januari berada pada 216.000 lebih baik daripada angka sebelumnya 223.000 namun diatas daripada yang diperkirakan sebesar 215.000. Pasar hanya menunjukkan sedikit reaksi atas keluarnya laporan data ekonomi Amerika Serikat.

Pasar saham Asia dan Eropa kebanyakan melemah semalam. Pasar Cina daratan masih tetap tutup untuk liburan tahun baru imlek. Indeks saham Amerika Serikat mengarah turun dengan solid pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Harga emas dan perak naik pada awal perdagangan berjangka Amerika Serikat pada hari Kamis. Fokus pasar pada hari Kamis kemarin kembali kepada merebaknya virus corona yang terus menyebar. Emas berjangka bulan Februari terakhir diperdagangkan naik $ 7.10 per ons pada $ 1,577.50. Sementara harga perak Comex terakhir naik $ 0.263 pada $ 17.75 per ons.

Setelah pada hari Selasa dan Rabu pasar berusaha mengabaikan merebaknya virus corona yang masih belum sepenuhnya tertangani dan bahkan dengan nyata meningkat, pasar pada hari Kamis kemarin sekali lagi dilanda ketakutan akan virus corona yang mematikan sehingga menaikkan keengganan terhadap resiko. Laporan terakhri mengatakan bahwa lebih dari 7.700 orang Cina telah tertular dan lebih dari 170 orang telah meninggal. Bisnis – bisnis global yang berlokasi di Cina menutup pintu mereka dan penerbangan dunia ke Cina dibatalkan. Merebaknya virus corona sekarang dianggap sebagai lebih mahal daripada merebaknya SARS yang terjadi di Asia lebih dari 15 tahun yang lalu.

Para pedagang Cina bertanya – tanya apakah seriusnya situasi virus corona di Cina akan memberikan Cina legalitas untuk keluar dari jaminan yang ditandatangani pada kesepakatan perdagangan baru – baru ini, untuk membeli produk – produk agrikultur Amerika Serikat secara signifikan.

Pada konferensi pers setelah konklusi dari pertemuan FOMC the Fed, Gubernur Fe Jerome Powell mengatakan bahwa merebaknya virus corona bisa memberikan konsekwensi terhadap pertumbuhan ekonomi global dan berkata the Fed sedang memonitor situasinya dengan ketat. Komentar ini bersamaan dengan komentar lainnya mengenai ekonomi Amerika Serikat yang kurang memberikan semangat termasuk mengatakan bahwa investasi bisnis Amerika Serikat dan ekspor Amerika Serikat lemah, telah mendorong naik harga emas dan pasar treasury, dan mendorong indeks saham Amerika Serikat turun dari ketinggian hariannya. Harga minyak mentah mengalami kejatuhan pada saat yang sama. Sekarang ada pembicaraan di pasar bahwa Federal Reserve akan terpaksa menurunkan tingkat suku bunganya nanti pada tahun ini.

Pada pertemuan FOMC minggu ini, Amerika Serikat tetap mempertahankan tingkat suku bunganya sebagaimana dengan yang telah diperkirakan. Tingkat bunga “ federal fund rate ” benchmark, tetap berada pada rentang antara 1.5 % sampai 1.75 %. Pernyataan FOMC mengatakan bahwa ekonomi Amerika Serikat dan pasar tenaga kerja sedang bertumbuh secara moderat ditengah inflasi yang non-problematic. Inflasi Amerika Serikat tetap rendah dibawah level 2 %. Hal kunci diluar pasar metal berharga adalah sedikit turunnya indeks dollar Amerika Serikat karena faktor koreksi setelah menyentuh ketinggian dua bulan pada minggu ini.

Secara tehnikal, harga emas masih dalam tren naik pada grafik harian dengan obyektif kenaikan adalah menembus “ resistance ” yang solid di $ 1.613.30 setelah terlebih dahulu harus bisa melewati $ 1,582.40 dan kemudian $ 1,588.40. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “ support ” yang solid di $ 1,550.00 setelah terlebih dahulu harus bisa melewati $ 1,574.90 dan kemudian $ 1,570.00.
Solid Berjangka

Sumber : vibiznews