SOLID BERJANGKA – Harga Emas Naik Tertinggi 1,5 Bulan Terdukung Pelemahan Dollar Amerika Serikat

SOLID BERJANGKA LAMPUNG – Diperkirakan harga emas selanjutnya berpotensi naik jika dollar Amerika Serikat berlanjut melemah. Namun perlu diwaspadai adanya upaya profit taking. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,296-$ 1,298, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,292-$ 1,290.

Melihat bahwa spot emas dunia nampak masih di range atas dari pergerakan dua minggu terakhir oleh dollar yang berada dalam tekanan. Resistance terdekatnya terlihat ada di $1.299 dan $1.306. Sedangkan level support bila ditekan penguatan dollar, ada di level $1.1274 dan berikutnya $1.1269.

Harga emas naik pada akhir perdagangan Selasa dinihari tadi, terdukung pelemahan dollar Amerika Serikat.

Harga spot emas pada perdagangan hari Selasa ini terpantau stabil di dekat level tertinggi enam minggunya yang dicapai pada sesi hari sebelumnya, didukung oleh terbatasnya pergerakan dollar menjelang sidang kongres untuk calon ketua Federal Reserve Amerika Serikat Jerome Powell dan kemungkinan voting di Senat mengenai reformasi pajak Amerika Serikat.

Spot emas pada Senin siang pasar Asia nyaris stagnan pada $1,292.89 per ounce dibandingkan penutupan kemarin di level $1,293.97. Pada hari Senin, logam mulia tersebut menyentuh level tertinggi di $1.299.13 per ounce, level tertinggi sejak 16 Oktober, demikian dilansir dari CNBC pagi tadi.

Dollar pada hari Selasa ini tetap di sekitar dua bulan terendahnya terhadap yen, dengan fokus jangka pendek pada voting Senat untuk rencana pajak AS di minggu ini.

Powell, calon ketua Federal Reserve, mendukung cara the Fed dalam menggunakan kekuatan yang luas untuk menghadapi krisis (broad crisis-fighting powers) menjelang sidang konfirmasi hearing di Senat Selasa ini. Hal tersebut memposisikan dirinya sebagai perpanjangan kebijakan bank sentral dari era Ketua saat ini Janet Yellen dan pendahulunya Ben Bernanke.

Di dalam negeri, harga emas spot dalam rupiah naik tipis ke Rp562.263 per gram-nya dibandingkan Rp560.776 pada perdagangan pasar sebelumnya. Sementara itu, harga emas ANTAM terpantau naik Rp2000 ke Rp626.000 per gramnya, dibandingkan harga pasar pada Senin kemarin di Rp624.000.

Harga emas spot LLG naik 0,5 % pada $ 1,294.44 per ons, setelah mencapai $ 1,299.13, tertinggi sejak 16 Oktober.

Harga emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Desember ditutup naik $ 7,10, atau 0,6 persen, di $ 1,294.40 per ons.

Pekan lalu, data PMI Amerika Serikat dan data barang modal di bawah ekspektasi, menekan dollar Amerika Serikat yang meluncur ke level terlemah dalam dua bulan

Melemahnya dolar bisa mendorong permintaan emas, membuat logam mulia lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Juga yang membebani dollar Amerika Serikat adalah risalah dari pertemuan Federal Reserve terakhir, yang menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan prihatin dengan inflasi rendah dan dapat mewaspadai kenaikan suku bunga dengan cepat.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga karena mereka cenderung menguatkan dolar dan mendorong yield obligasi Amerika Serikat menguat, mengurangi daya tarik emas yang tidak menghasilkan. Jerome Powell, calon pengganti Janet Yellen sebagai ketua Fed tahun depan, dijadwalkan hadir di hadapan Kongres pada hari Selasa.

Juga pada hari Selasa, Trump akan bertemu dengan Senat Republik untuk membahas peraturan reformasi pajak yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

Di antara harga logam mulia lainnya, perak naik 0,5 % pada $ 17,06 per ons, platinum naik 0,6 % pada $ 945,65 dan paladium naik 0,9 % pada $ 1,006.25.
SOLID BERJANGKA

Sumber : Vibiznews