SOLID GOLD BERJANGKA – Dollar AS Bangkit Memukul Yen dan Euro Cukup Keras dan Menguat ke 100.27 Fokus Pada Kebijakan Trump

SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Diakhir perdagangan sesi Amerika beberapa jam lalu, dollar melaju sangat kuat terhadap aset safe haven seperti yen dan euro. Terhadap poundsterling hanya menguat tipis demikian juga dengan aussie yang menghiraukan kenaikan harga minyak mentah.

Kondisi politik dalam negeri Amerika Serikat pasca pelantikan Presiden Amerika terpilih Donald Trump masih terjadi beberapa demonstrasi atau protes di Washington menurut laporan beberapa media setempat. Sentimen ini menjadi salah satu alasan untuk menjauhi dollar Amerika beberapa hari terakhir.

Namun kondisi yang terjadi di kawasan Eropa pasca pernyataan Mahkamah Agung Inggris Raya membuat pasar global lebih memilih memburu dollar Amerika kembali, seperti terlihat di pasar valas internasional rival-rival utamanya seperti yen Jepang dan khususnya mata uang kawasan Eropa dijual cukup banyak.

Mahkamah Agung Inggris memutuskan pemerintah Inggris menjalani skenario Brexit harus setelah mendapat suara bulat dari parlemen. Namun pemerintah menangkis keputusan tersebut dengan hak prerogatif kerajaan Inggris yang sangat mensupport terjadinya Brexit, sehingga tidak akan mengubah skenario Brexit menurut Artikel 50.

Dollar menguat di hari Selasa mengakhiri pelemahan 3 hari berturut-turut seiring perubahan outlook terhadap kebijakan ekonomi dibawah pemerintahan Trump.

Setelah dilantik, Mr. Trump langsung bergegas dengan menarik Amerika Serikat dari rencana pakta perdagangan bebas di Asia Pasifik yakni TPP, selain itu Trump menjanjiakn pemangkasan pajak secara massive, dan menerapkan pajak yang tinggi bagi perusahaan Amerika yang beroperasi di luar negeri.

Ekspektasi atas stimulus dan kebijakan pajak Trump yang berpotensi mendongkrak perekonomian turut menolong penguatan Dollar ke level tertinggi 14-tahun setelah pemilu November lalu. Namun penguatan Dollar Amerika berangsur mereda sejak start awal tahun 2017 seiring ketidakpastian terhadap prioritas kebijakan Trump dan bagaimana kebijakan proteksionis Trump dapat mempengaruhi laba korporat dan pertumbuhan ekonomi Amerika.

Komentar Trump dan pejabat resmi pemerintah lainnya mengindikasikan bahwa mereka lebih memilih pelemahan Dollar Amerika. MenKeu Amerika, Steven Mnuchin sempat menuliskan respon pada Senat Komite Keuangan bahwa penguatan Dollar secara berlebihan dapat melukai perekonomian Amerika, menyebabkan Dollar melemah kemarin.

Data ekonomi Amerika yang telah dirilis antara lain, laju penjualan rumah second turun -2.8 % di bulan Desember, setelah mengalami kenaikan solid dalam beberapa bulan sebelumnya. Sementara indeks manufaktur PMI naik ke 55.1 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Amerika masih cukup solid.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar Amerika terhadap enam mata uang utama pada akhir perdagangan naik ke posisi 100,28 setelah dibuka pada posisi 99.99. Dollar Amerika sempat mencapai posisi tertingginya di 100.43 dan kemudian anjlok lagi ke posisi terendah di 99.90.
SOLID GOLD BERJANGKA

SUmber : Vibiznews & Monexnews