SOLID GOLD BERJANGKA – Dollar AS Anjlok 2 Hari Berturut, Sesi Asia 11 Agustus Berusaha Kuat Lawan Sentimen Negatif

SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Pada dini hari tadi, Reserve Bank of New Zealand menurunkan suku bunga acuan menjadi 2,0% dari seblumnya 2,25 %, namun kurs dollar Selandia Baru atau kiwi malah menguat tajam terhadap dollar AS akibat pelaku pasar berharap penurunan yang lebih agresif.

Setelah awal pekan ini dollar AS sempat naik ke posisi tertinggi dalam 7 hari perdagangan terhadap semua rival utamanya, masuki hari keempat pekan ini dollar masih dalam zona merah. Perdagangan sebelumnya dollar AS anjlok 2 hari berturut menimbang kurangnya sinyal kuat untuk mengangkat harapan kenaikan Fed rate lanjutan tahun ini yang akan mengangkat tinggi mata uang utama global tersebut. Pada perdagangan rabu malam sesi Amerika, data JOLTS yang meningkatpun tidak dapat mengangkat tinggi dollar.

Merespon sentimen diatas, pasar lebih memilih melepas dollar dan belum ambil posisi lebih banyak menunggu laporan akhir pekan yang diharapkan dapat memberikan tenaga bagi ekspektasi kenaikan lanjutan Fed rate. Hari Jumat besok pasar mengharapkan data penjualan ritel, tingkat harga produsen dan sentimen konsumen olehg UoM memberikan laporan yang sangat positif.

Perdagangan pagi ini terpantau dollar AS masih lemah terhadap semua rival utamanya, demikian terhadap kurs komoditas pasca anjloknya harga minyak mentah. Untuk pergerakan hari ini kembali dollar AS akan menerima sentimen negatif yang sangat kuat dari data unemployment claims, tingkat harga impor AS yang diperkirakan menunjukkan data yang mengecewakan dibandingkan data periode sebelumnya.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan sesi Asia semakin bergerak negatif setelah dibuka lebih rendah pada posisi 95.66 dan bergulir pada posisi 95.62. Perdagangan sebelumnya indeks dollar AS anjlok hingga 0,5 % lebih.

Dollar kembali mengumpulkan penguatan pada hari ini, Kamis (11/8/2016), setelah melemah dalam dua hari beruntun. Indeks dollar terlihat menguat sekitar 0,15 % di perdagangan sesi Asia.

Perhatian utama hari ini tertuju pada data klaim tunjangan pengangguran AS yang diperkirakan sebanyak 272.000, rilis data yang lebih rendah dari perkiraan tersebut dapat menguatkan dollar lebih lanjut.

Sekilas Pergerakan Pasar Hari ini

Mayoritas bursa saham Asia bergerak variatif, Bank of Korea (BoK) mempertahankan suku bunga 1,25 % pada rapat kebijakan moneter hari ini.

Emas terkoreksi akibat penguatan dollar, sementara minyak mentah masih tertekan setelah Energy Information Administration melaporkan peningkatan stok minyak mentah AS.
SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG

Sumber : Vibiznews