SOLID GOLD BERJANGKA – Dollar AS Sesi Asia 12 September Koreksi Teknikal

SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Meskipun pekan lalu selama 3 hari berturut rally oleh harapan kenaikan Fed rate dalam waktu dekat bangkit kembali, secara mingguan masih belum mampu menunjukkan kinerja yang positif setelah 2 pekan sebelumnya rally. Hal itu disebabkan diawal pekan dollar alami pukulan keras oleh kesepakatan pertemuan G20.

Namun pagi ini terpantau di pasar spot sesi Asia dollar sedikit terkoreksi karena profit taking oleh sepinya penggerak fundamental yang kuat untuk melanjutkan tenaga rally pekan lalu. Mengakhiri perdagangan pekan lalu dollar menerima tambahan tenaga dari pernyataan pejabat Fed yang hawkish.

Presiden Federal Reserve Boston Eric Rosengren mengatakan pengetatan bertahap kebijakan moneter cenderung tepat untuk memastikan ekonomi AS tetap pada tingkat pertumbuhan yang tepat. Dan pejabat Fed tersebut berpendapat kebijakan suku bunga rendah mengkhawatirkan. Disisi lain salah seorang pejabat Fed lainnya Daniel Tarullo kurang yakin tentang kenaikan suku bunga pada bulan September, tetapi Fed akan mempertimbangkan pengetatan kebijakan sebelum akhir tahun.

Peluncuran uji nuklir Korea Utara memicu pengalihan resiko ke valuta safe haven seperti Dollar AS dan Yen Jepang di hari Jepang, terutama menjelang akhir pekan yang hanya menyediakan sedikit faktor penggerak bagi para pelaku pasar yang baru kembali dari liburan musim panas di AS maupun Eropa. Korut mengumumkan di hari Jumat telah melakukan uji nuklir kelima, beberapa jam setelah monitor aktivitas seismic mendeteksi adanya ledakan di dekat area pengujian nuklir rahasia Nuklir.

Katalis positif lainnya adalah pidato sejumlah pejabat The Fed, antara lain Presiden Fed Boston, Eric Rosengren yang sebelumnya dipertimbangkan anggota dewan FOMC yang dovish, justru melihat alasan kuat untuk melakukan pengetatan moneter secara gradual, mengindikasikan bahwa FOMC secara jelas menginginkan untuk menaikkan suku bunga di akhir tahun dan menginginkan opsi tersebut tetap terbuka pada rapat FOMC bulan September. Alhasil komentar Rosengren yang berbalik hawkish memicu penguatan yield obligasi AS dan Dollar.

Yield obligasi pada tenor 10-tahun melonjak ke level tertinggi nya sejak Juni seiring peringatan dari Fed Rosengrend bahwa menunda kenaikan suku bunga terlalu lama berisiko mengancam overheating perekonomian, sehingga menambah probabilitas kenaikan suku bunga di tahun ini hingga diatas 60% probabilitas.

Untuk pergerakan hari ini dollar AS diperkirakan dapat rally kembali setelah sesi Eropa dibuka merespon sepinya penggerak fundamental rivalnya di kawasan Eropa. Pada sesi malam tenaga positif dapat bertambah jika pidato gubernur Fed lainnya Lael Brainard menyampaikan komentar yang hawkish.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan bergerak melemah setelah awal perdagangan sesi Asia dibuka lebih rendah pada posisi 95.26 dan kini bergerak pada posisi 95.25. Akhir pekan lalu dollar AS ditutup menguat 0,30 %.
SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG

SUmber : vibiznews