SOLID GOLD BERJANGKA – Dollar AS Sesi Asia 22 Juli Laku Keras, Memangkas Pelemahan Sebelumnya

SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Di tengah perdagangan forex sesi Asia hari Jumat (22/7), kurs dollar AS berhasil memangkas koreksi yang cukup dalam perdagangan sebelumnya. Terpantau dollar berusaha memimpin perdagangan forex akhir pekan ini, yang menguat terhadap semua rival utamanya bahkan rival-rival minor lainnya. Tenaga rebound yang diperoleh pagi ini mengambil momentum buruknya fundamental rival utamanya pada perdagangan hari ini.

Tampak dollar AS sedang mencuri kekuatan semua rivalnya yang alami profit taking setelah menguat cukup signifikan, dimana alasan pasar ambil untung menimbang beberapa data ekonomi yang akan dirilis hari ini. Katalis penggerak pasar forex hari ini datang dari data flash Markit terhadap kinerja manufaktur dan service PMI negara-negara penggerak pasar, dimana data-data terrsebut diperkirakan menunjukkan data yang lebih rendah dari periode sebelumnya kecuali yang terjadi di Amerika Serikat.

Perdagangan sebelumnya dollar AS anjlok parah merespon kekuatan fundamental rival utamanya seperti yen, pound dan euro. Yen menguat didorong oleh pernyataan gubernur BOJ yang hawkish, euro oleh sikap ECB yang tidak mengubah kebijakan moneternya dan pound oleh data PSNB.

Untuk perdagangan selanjutnya pergerakan dollar AS hingga sesi malam akan fokus pada data kinerja pabrikan Amerika yang dilihat dalam indeks flash manufacturing PMI oleh Markit. Data ini diperkirakan akan menunjukkan data yang positif atau meningkat dari periode seblumnya.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan sesi Asia masih bergerak positif setelah dibuka lebih rendah pada posisi 96.88 dan bergulir pada posisi 97693. Perdagangan sebelumnya indeks dollar AS anjlok hingga 0,9 %.

Dollar AS memangkas kerugiannya terhadap mata uang utama pada hari Kamis, karena kuatnya data dari sektor perumahan AS berikan dukungan terhadap mata uang dan juga karena pernyataan yang optimis dari Presiden European Central Bank Mario Draghi yang gagal untuk meringankan kecemasan terhadap pertumbuhan global.

Data pada hari Kamis menunjukkan bahwa penjualan rumah yang sudah ada di AS naik sebesar 1.1 % di bulan Juni menjadi 5.57 juta unit dari 5.51 juta unit di bulan Mei yang direvisi dari pembacaan sebelumnya untuk 5.53 juta unit. Perkiraan pasar adalah untuk penurunan sebesar 0.5 % menjadi 5.48 juta unit.

Laporan tersebut datang setelah Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa jumlah individu yang mengajukan tunjangan pengangguran dipekan yang berakhir 16 Juli turun 1,000 menjadi 253,000 dari total pekan sebelumnya yang berjumlah 254,000. Para analis perkirakan klaim akan naik 11,000 menjadi 265,000 untuk pekan lalu.
SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG

Sumber : Vibiznews