SOLID GOLD BERJANGKA – Harga Emas Naik Terpicu Ketegangan Geopolitik AS-Korea Utara

SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Diperkirakan harga emas bergerak naik terpicu ketegangan geopolitik Amerika Serikat-Korea Utara. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,267.00-$ 1,270.00, namun jika harga bergerak turun akan menembus kisaran Support $ 1,262.00-$ 1,260.00.

Harga emas naik pada perdagangan Rabu pagi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara setelah Korea Utara menanggapi peringatan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan ancaman untuk menyerang wilayah Amerika Serikat di Guam.

Harga emas sempat menguat ke level $1265 per troy ons di awal sesi Eropa Selasa kemarin, sebelum memangkas penguatan tersebut jelang dibukanya perdagangan sesi Amerika Serikat.

Tekanan yang dialami dollar Amerika Serikat memberikan dorongan kenaikan harga emas. Pasca mencatat kenaikan tajam pada hari Jumat, dolar Amerika Serikat terlihat kembali tertekan, indeks dollar hingga hari ini masih menurun meski masih dalam rentang sempit.

Perhatian pelaku pasar saat ini telah tertuju pada data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pada hari Jumat. Rendahnya inflasi di Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang membuat Federal Reserve masih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga selanjutnya.

Pada pukul 20.23 WIB, emas diperdagangkan di kisaran $1262.56, dan berpeluang melanjutkan penguatan jika kembali menembus ke atas level $1265.

Harga emas spot LLG naik 0,3 % menjadi $ 1,264.50 per ons pada 0324 GMT, sementara emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Desember naik 0,6 % menjadi $ 1,270.40 per ons.

Pyongyang mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya mempertimbangkan rencana untuk melakukan serangan rudal di wilayah Amerika Serikat di Guam, beberapa jam setelah Trump mengatakan bahwa Korut akan menghadapi “api dan kemarahan” jika mengancam Amerika Serikat, peringatan terkuatnya untuk Korea Utara.

Saham Asia dan saham berjangka Amerika Serikat tergelincir sementara Treasury Amerika Serikat, emas dan safe haven yen menguat di awal perdagangan Asia pada hari Rabu setelah ketegangan di semenanjung Korea

Pada hari Selasa, data pekerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan dari Departemen Tenaga Kerja membebani emas, menyeret harga ke titik terendah sejak 26 Juli di $ 1,251.01 per ounce.

Risiko geopolitik dapat meningkatkan permintaan akan aset safe haven seperti emas.

Investor juga menunggu data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis akhir pekan ini untuk petunjuk kapan Federal Reserve Amerika Serikat akan mulai mengurangi portofolio obligasi senilai $ 4,2 triliun.

Di logam mulia lainnya, perak naik 0,4 % menjadi $ 16,48 per ons.

Platinum naik 0,7 % menjadi $ 973,40 per ons setelah mencapai level tertinggi sejak 21 April di sesi sebelumnya.

Palladium turun 0,2 % menjadi $ 895,30 per ons.
SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews