SOLID GOLD BERJANGKA – Spot Emas Naik Tipis, Harga Emas Antam Naik ke Rp624 Ribu

SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Diperkirakan harga emas selanjutnya berpotensi turun jika penguatan bursa Wall Street mendorong kenaikan bursa global. Namun jika dollar Amerika Serikat terus melemah dan krisis politik di Jerman memuncak, dapat mengangkat harga emas. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 1,279-$ 1,277, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,283-$ 1,285.

Harga emas cenderung flat, bergerak naik tipis saja pada pasar Rabu pagi tadi karena investor tetap berhati-hati menjelang rilis notulen pertemuan terakhir Federal Reserve, yang mungkin memberikan petunjuk outlook kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat.

Spot emas naik terbatas 0,1 %, agak flat, pada level $1,281.40 per ounce pada Rabu siang ini.

The Fed sudah “cukup dekat” dengan goal-nya dan harus terus meningkatkan suku bunganya untuk menghindari jebakan ganda, dengan membiarkan inflasi melayang di bawah target terlalu lama, dan membawa pengangguran turun terlalu jauh, demikian Ketua the Fed Janet Yellen mengatakan pada Selasa malam.

SOLIDGOLD BERJANGKA

Sementara itu, analis melihat bahwa emas spot dunia masih di sekitar arena konsolidasi pasar. Resistance terdekatnya terlihat ada di $1.296 dan $1.306. Sedangkan level support bila ditekan penguatan dollar, ada di level $1.1274 dan berikutnya $1.1269.

Di dalam negeri, harga emas spot dalam rupiah turun tipis ke Rp556.466 per gram-nya dibandingkan Rp557.151 pada perdagangan pasar sebelumnya. Sementara itu, harga emas ANTAM terpantau naik ke Rp624.000 per gramnya, dibandingkan harga pasar pada Selasa kemarin di Rp622.553.

Harga Emas melonjak pada akhir perdagangan Rabu dinihari tadi, terbantu pelemahan dollar Amerika Serikat dimana investor menunggu risalah dari pertemuan Federal Reserve bulan November.

Emas juga mendapat keuntungan dari beberapa pembelian safe haven terpicu krisis politik di Jerman, ekonomi terbesar di Eropa.

SOLID GOLD BERJANGKA

Harga emas spot LLG naik 0,3 % pada $ 1,280.63 per ons. Logam mulia ini turun sekitar 1,4 % pada hari Senin, penurunan persentase harian terbesar sejak 11 September.

Harga emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Desember naik 0,5 % menjadi $ 1,281.70 per ons.

The Fed pada hari Rabu harus memberikan sinyal mengenai kebijakan moneter Amerika Serikat.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung untuk mengangkat imbal hasil obligasi, mendukung dolar dan membuat emas yang tidak menghasilkan kurang menarik bagi investor.

Indeks dollar, mengukur mata uang terhadap sekeranjang rekan-rekannya, mereda.

BMI Research dalam sebuah catatan menurunkan perkiraan harga emasnya sedikit ke $ 1.300 per ons pada 2018 dan $ 1.325 pada 2019, dengan alasan bahwa Fed AS akan menaikkan suku bunga lebih dari yang tercermin di pasar, juga inflasi dan risiko politik di tahun 2018 akan mendukung harga emas.

Perak naik 0,2 % menjadi $ 16,94 per ons. Pada hari Senin, perak turun 2,3 %, persentase penurunan satu hari terbesar sejak 26 September.

Analis juga menyatakan dengan harga emas dan perak turun drastis hari sebelumnya, maka sedikit ada aksi bargain hunting yang masuk ke pasar hari ini.

Platinum naik 1,2 % pada $ 934,50. Palladium naik 1,1 % menjadi $ 999,75 per ons.

Platinum turun hampir 3 % pada Senin, penurunan terbesar sejak awal Mei. Pada hari Selasa, sebuah laporan industri mengatakan defisit pasar platinum global akan meningkat tajam tahun depan.
SOLIDGOLDBERJANGKA

Sumber : Vibiznews