SOLID GOLD BERJANGKA – Harga Emas Naik Tipis; Pergerakan Dollar Amerika Serikat Dicermati

SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Diperkirakan harga emas selanjutnya berpotensi lemah jika penguatan dollar Amerika Serikat berlanjut. Namun ketidakjelasan reformasi pajak Amerika Serikat, dan ketegangan di Timur Tengah jika berlanjut dapat menjadi sentimen bullish. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 1,277-$ 1,275, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,281-$ 1,283.

Harga emas melemah di sesi perdagangan Asia hari Selasa untuk turun ke level $1275.30 dengan sentimen yang bervariasi setelah data penjualan retail dan output industri China dirilis yang lebih rendah dari ekspektasi.

Dari China dilaporkan, bahwa nilai investasi aset tetap tumbuh 7.3 %, level tersebut masih di bawah ekspektasi untuk mengalami kenaikan 7.4 % untuk bulan Oktober pada tingkat tahunan, bersamaan dengan itu data produksi industri menunjukkan kenaikan 6.2 %, tidak mencapai ekspektasi untuk kenaikan 6.3 % dan untuk penjualan retail menguat 10%, lebih rendah juga dari ekspektasi untuk kenaikan 10.4%.

Semalam, harga emas naik di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven karena ketidakpastian di kalangan investor terhadap hasil dari reformasi pajak yang masih berlangsung di tengah kejatuhan poundsterling yang meningkatkan kinerja dolar yang membatasi penguatan dalam logam mulia.

SOLIDGOLDBERJANGKA

Harga Emas berakhir naik tipis pada akhir perdagangan Selasa dinihari tadi terpicu ketidakpastian mengenai rencana reformasi pajak Amerika Serikat yang memicu penghindaran risiko, menarik pasar saham dari rekor tertinggi baru-baru ini. Namun harga tetap terjebak dalam kisaran yang sempit, karena investor menunggu lebih banyak petunjuk di jalur suku bunga Amerika Serikat.

Harga Emas spot LLG naik 0,2 % pada $ 1,279 per ons

Harga emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,4 % pada $ 1,278.90 per ons.

Emas turun 0,7 % pada hari Jumat dalam penurunan satu hari terbesar sejak 26 Oktober, terbebani oleh kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat Treasury. Imbal hasil naik, meruncing kurva imbal hasil, karena pedagang menutup beberapa posisi kurva-flattener. Sementara kenaikan imbal hasil dollar Amerika Serikat menguat pada Senin pagi, namun kenaikan tersebut mereda.

Pasar saham juga mengalami kemunduran karena ketidakpastian mengenai kesepakatan reformasi pajak Amerika Serikat mendorong mereka menjauh dari rekor tertinggi baru-baru ini.

Emas telah didukung tahun ini oleh risiko geopolitik seperti ambisi nuklir Korea Utara, namun serangkaian hambatan, dari kekuatan dolar hingga ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat, membuatnya tetap terjepit dalam kisaran tertentu.

Di antara logam mulia lainnya, perak naik 0,9 % pada $ 17,05 per ons. Platinum naik 0,8 % pada $ 933,40 per ons dan paladium turun 0,4 % pada $ 990,40 per ons.
SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews