SOLID GOLD BERJANGKA – Harga Emas Terus Turun; Stabil di Lima Bulan Terendahnya

SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Diperkirakan harga emas berpotesi naik dengan upaya bargain hunting memanfaatkan harga emas yang turun. Namun jika dinihari nanti The Fed Amerika Serikat menaikkan suku bunga, akan menekan harga emas. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,243-$ 1,246, dan jika harga bergerak turun akan berada di kisaran Support $ 1,239-$ 1,237.

Harga emas turun ke level terendah lima bulan pada akhir perdagangan Rabu dinihari terpicu ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat yang diperkirakan akan terjadi minggu ini dan mencari petunjuk tentang kenaikan lebih lanjut dari Federal Reserve.

Harga emas global hampir tidak berubah pada perdagangan hari Rabu siang ini setelah mencapai titik terendah hampir lima bulannya di sesi sebelumnya, dengan investor dalam posisi ‘wait and see’ menjelang hasil pertemuan dua hari dari Federal Reserve Amerika Serikat.

Spot emas stabil di $1,243.10 per ounce pada Rabu siang ini, setelah menandai level terendahnya sejak 20 Juli di $1.235,92 pada sesi terakhir. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat naik 0,3 % pada $1,245.40.

Dollar Amerika Serikat berada di dekat level tertinggi empat minggunya terhadap sekeranjang mata uang pada hari Rabu setelah angka wholesale price yang kuat membuat The Fed tetap berada pada jalur untuk kenaikan suku bunga yang sudah diperkirakan secara luas minggu ini, dan akan lebih banyak lagi kenaikannya di tahun 2018. Harga produsen Amerika Serikat juga naik pada bulan November karena harga bensin yang melonjak dan biaya barang lainnya meningkat, menyebabkan kenaikan tahunan terbesarnya dalam hampir enam tahun terakhir.

SOLIDGOLD BERJANGKA

Sementara itu, analis Vibiznews melihat bahwa spot emas dunia terlihat sedang di zona range yang terendah lima bulannya. Resistance terdekatnya terlihat ada di $1.276 dan $1.288. Sedangkan level support bila ditekan lagi oleh penguatan dollar, ada di level $1.1235 dan berikutnya $1.1214.

Di dalam negeri, harga emas spot dalam rupiah naik tipis ke Rp543.172 per gram-nya dibandingkan Rp542.353 pada perdagangan pasar sebelumnya. Sementara itu, harga emas ANTAM terpantau naik ke harga Rp613.000 per gramnya, dibandingkan harga pasar pada Selasa kemarin di Rp612.000.

Harga emas spot LLG turun 0,1 % menjadi $ 1,240.64 per ons, setelah mencapai level terendah sejak 20 Juli di $ 1,235.92.

Harga emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari turun $ 5,20, atau 0,4 %, di $ 1,241.70 per ons.

Pasar global mengamati pertemuan dua hari bank sentral Amerika Serikat untuk petunjuk tentang jalur suku bunga Fed di masa depan.

Emas sensitif terhadap kenaikan suku bunga Amerika Serikat karena ini meningkatkan biaya peluang untuk menahan emas yang tidak menghasilkan dan meningkatkan dolar.

Analis memperkirakan bahwa emas kemungkinan akan pulih dengan cepat dari posisi terendah baru-baru ini jika hasil pertemuan tersebut terbukti merupakan kenaikan kecil.

Di pasar yang lebih luas, saham dunia berhenti mengikuti kenaikan selama tiga sesi berturut-turut, sementara dollar menguat.

Di antara logam mulia lainnya, perak turun 0,39 % menjadi $ 15,65 per ons.

Platinum turun untuk delapan sesi berturut-turut, turun 1 % pada $ 876 ons, setelah sebelumnya menyentuh titik terendah sejak Februari 2016 di $ 871,10. Platinum lebih banyak digunakan pada kendaraan diesel, yang telah jatuh sejak skandal penggelembungan emisi Volkswagen. Logam saudaranya, paladium, mendapat manfaat dari beralih ke mesin bensin dan harapan untuk pertumbuhan kendaraan bensin-listrik hibrida.

Palladium naik 0,17 % menjadi $ 1,011.70 per ons. Diskon platina terhadap paladium melebar menjadi sekitar $ 120 minggu lalu, yang paling curam sejak April 2001.

SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews