Liverpool vs Porto di Liga Champions: Tak Boleh Hanya Menang – Solid Gold Berjangka

SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Liverpool akan menjamu FC Porto di leg pertama babak perempat final Liga Champions. Liverpool tak boleh hanya menargetkan sekadar menang di laga tersebut. Liverpool punya rekor bagus saat tampil di Anfield. Pada musim ini, Liverpool hanya menelan satu kekalahan di kandang, yaitu saat tumbang 1-2 di tangan Chelsea pada laga Piala Liga.

Dalam kekalahan itu, Liverpool tidak menurunkan tim terbaik karena sejumlah pemain tak dimainkan sedangkan Mohamed Salah dan Roberto Firmino hanya bermain sesaat di laga tersebut. Di luar itu, Liverpool sukses tampil perkasa di Anfield dengan catatan 17 kemenangan dan tiga hasil imbang.

Performa perkasa Liverpool di kandang itu yang mesti dimanfaatkan dengan baik dan benar oleh Jordan Henderson dan kawan-kawan. The Reds tak boleh turun bermain dengan target hanya sekadar menang. Liverpool harus turun bermain dengan niat menang besar.

Meski berhasil menang di kandang Bayern Munchen, Liverpool punya rekor tandang yang kurang meyakinkan karena selalu kalah di tiga laga tandang di babak penyisihan. Liverpool memang pernah menang 5-0 di markas Porto musim lalu, namun hal itu tidak bisa jadi acuan untuk santai di leg pertama.

Porto punya rekor kandang yang bagus di Liga Champions musim ini dan hal itu yang membuat Liverpool harus punya banyak modal dengan kemenangan di Anfield. Momentum Liverpool menghadapi laga ini terbilang tepat karena mereka baru saja berhasil mengatasi tekanan kuat saat menghadapi Southampton. Selain itu Liverpool tak terkalahkan dalam lima laga terakhir.

Mohamed Salah juga sudah terbebas dari kutukan dan tekanan paceklik gol. Ia mampu mencetak gol yang membawa Liverpool unggul atas Southampton. Gol itu dirayakan dengan sangat emosional oleh Salah, pertanda ia benar-benar tertekan dalam periode delapan pertandingan.

Chelsea Mengintai di Balik Porto

Liverpool benar-benar harus fokus dalam satu pekan ke depan. Di antara dua duel lawan Porto di perempat final Liga Champions, mereka harus menghadapi Chelsea di ajang Liga Inggris. Meski memimpin dua angka atas Manchester City, sejatinya Liverpool masih was-was karena Manchester City punya satu laga sisa lebih banyak.

Karena itu, Liverpool bakal berusaha keras untuk memaksimalkan tiap laga, termasuk laga lawan Chelsea. Skuat asuhan Juergen Klopp tidak akan bisa memilih salah satu dari dua duel pertama, karena kedua duel sama pentingnya. Banyak yang menegaskan Liverpool lebih memilih jadi juara Liga Inggris dibandingkan Liga Champions, bila memang mereka diharuskan memilih.

Namun ketika lawan yang dihadapi ‘hanya’ Porto, maka Liverpool tak mungkin membuang peluang emas untuk terus melaju di ajang Liga Champions. Laga ini akan kembali jadi ujian bagi pemain macam Alisson Becker, Virgil van Dijk, Trent Alexander-Arnold, Andy Robertson dan trio Salah-Mane-Firmino yang perannya sulit digantikan di tim Liverpool. Namun Liverpool punya lapisan gelandang yang tebal dan inilah yang bisa jadi kartu as Klopp di dua laga beruntun. Bakal ada rotasi yang mungkin dilakukan Klopp di lini tengah.

Menang Besar, Liverpool Lebih Tenang

Cara Liverpool untuk mengatasi tekanan di laga lawan Porto dan Chelsea adalah dengan menang besar lawan Porto. Bila itu bisa dilakukan oleh Jordan Henderson dan kawan-kawan, maka mereka bisa lebih tenang mengarahkan fokus ke laga lawan Chelsea. Jika sudah punya kemenangan besar di tangan, misal dengan selisih tiga gol, Liverpool akan menghadapi Chelsea tanpa punya banyak kekhawatiran untuk memikirkan laga leg kedua di markas Porto.

Pekan ini adalah pekan krusial bagi Liverpool, juga Manchester City. Dengan tiga laga dalam waktu satu pekan, maka peluang Liverpool di musim ini bisa makin terlihat. Liverpool bisa mempertahankan mimpi meraih gelar Liga Inggris dan Liga Champions, atau malah sudah harus gigit jari karena impian dua trofi mulai hilang dari pandangan. – SOLID GOLD BERJANGKA

sumber : cnnindonesia