SOLID GOLD BERJANGKA – Harga Minyak Mentah Sesi Asia Lanjutkan Pelemahan 1 %

SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Harga minyak mentah jatuh pada perdagangan Sesi Asia Selasa (23/08) karena para analis termasuk Goldman Sachs memperingatkan bahwa reli harga bulan Agustus telah berlebihan, dan bahwa pembekuan produksi minyak yang diusulkan pada tingkat mendekati rekor saat ini tidak akan membantu mengendalikan pasar kelebihan pasokan.

Dengan Goldman Sachs memperingatkan bahwa reli bulan Agustus terlihat berlebihan dan usulan pembatasan produksi minyak yang saat ini berada di dekat rekor level tertingginya tidak akan membantu membendung kelebihan pasokan di pasar.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 44 sen atau 0,93 % menjadi $ 46,97 per barel.Dan turun sebesar 40 sen, atau 0.84 % di $47.01 per barel pada pukul 14:56 WIB.

Harga minyak memiliki level support terdekat di $46.30 dan level resisten di $47.65.

Analis mengatakan bahwa penurunan saat ini akibat reli harga yang berlebihan pada bulan ini yang menopang kenaikan harga lebih dari 20 % mulai dari awal bulan hingga akhir pekan lalu.

Analis mengatakan harga reli berlebihan bulan ini yang mengangkat naik lebih dari 20 % antara awal bulan dan akhir pekan lalu. Sejak itu, harga kembali turun lebih dari 3,5 %.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan Internasional Brent diperdagangkan pada $ 48,80 per barel, turun 36 sen atau 0,73 % dari penutupan terakhir mereka.

Goldman Sachs mengatakan proposal oleh anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya seperti Rusia untuk membekukan produksi pada level saat ini “akan meninggalkan produksi di rekor tertinggi” dan karena itu sangat kecil untuk membawa pasokan dan permintaan kembali ke keseimbangan.

Goldman memperkirakan harga minyak mentah antara $ 45 dan $ 50 per barel “melalui musim panas mendatang,” tetapi memperingatkan bahwa “kenaikan berkelanjutan gangguan produksi akan membawa kita untuk menurunkan proyeksi harga minyak kita dengan harga WTI untuk rata-rata $ 45 per barel. ”

Diperkirakan harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi lemah dengan potensi sentimen bearish pesimisme pembekuan produksi dan kekenyangan pasokan. Harga diperkirakan akan menembus kisaran Support $ 46,50 – $ 46,00, dan jika harga naik akan menembus kisaran Resistance $ 47,50 – $ 48,00.
SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG

Sumber : Vibiznews