SOLID GOLD BERJANGKA – Harga Emas Minggu Lalu dan Perkiraan Minggu Ini

SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Minggu lalu lebih banyak orang yang memandang emas “bearish” di Wall Street dengan hampir setengah memperkirakan harga emas akan bergerak lebih rendah setelah Fed berbicara.

Hari Jumat, gubernur Federal Reserve Janet Yellen berbicara di Jackson Hole dimana dia mengatakan bahwa kondisi sedang bergerak lebih condong kepada kenaikan tingkat bunga. Wakil kepada Fed Stanley Fischer juga mengulangi sentimen ini pada hari Jumat, mencatat bahwa kebijakan moneter pengetatan bisa terjadi sebelum tahun ini berakhir jika data mengijinkan. Sebagai akibatnya, harga emas naik turun pada hari itu, terjun segera setelah Yellen memberikan pernyataannya dan setelah itu dengan cepat bergerak naik kembali dan mengakhiri sesi di teritori yang lebih tinggi. Setelah mencapai puncak di sekitar $1,346 per ons, emas berjangka Comex bulan Desember terakhir di perdagangkan di $1,325.20 per ons yang merupakan kerugian sebesar $20.80 selama seminggu yang lalu. Para pengamat mengatakan bahwa harga emas naik kembali karena pernyataan Yellen tidak dipandang sebagai sangat “hawkish” dan pasar kemungkinan telah memperhitungkannya dalam harga pada saat harga emas jatuh sebelum tampilnya Yellen di symposium tahunan Fed di Jackson Hole, Wyoming.

Dari 13 analis dan trader yang mengambil bagian dalam survei Kitco News Wall Street mingguan, 6 partisipan atau 46% mengatakan harga emas akan turun pada minggu ini. 5 pemberi suara atau 39% mengatakan harga emas akan naik sementara 2 orang atau 15% netral.

Dari 1.060 partisipan Main Street yang memberikan suara di survei online dari Kitco, 606 responden atau 57% mengatakan mereka “bullish” untuk emas minggu ini, sementara 296 atau 28% “bearish” dan 158 atau 15% netral.

Kebanyakan para analis sepakat bahwa karena the Fed sekarang sudah memberikan petunjuk akan apa yang mau dilakukan, emas akan memindahkan fokusnya ke data ekonomi AS minggu ini dan juga pergerakanan dari dolar AS.

Colin Cieszynski kepala analis pasar untuk pasar CMC mengatakan,”Banyak kekeliruan tehnikal yang terjadi terhadap harga emas pada minggu lalu dengan terpecahnya tren naik, dan walaupun sekarang emas sudah naik kembali, indikator momentum masih menunjukkan bearish untuk jangka pendek. Perdagangan emas kemungkinan akan di gerakkan oleh ayunan dolar AS yang tergantung pada data PMI dan Payrolls menunjuk kepada kenaikan tingkat bunga di bulan September atau tidak.”

Raplh Preston, principal dari Heritage West Financial juga mengatakan harga emas akan turun pada minggu ini, dia mencatat harga emas akan bergerak diantara $1,315-1,369, dan dia tidak akan terkejut apabila harga emas jatuh sampai sekitar $50.
SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG

Sumnber : Vibiznews