SOLID GOLD BERJANGKA – Sentimen Yang Menghadang Rally Dollar Akhir Pekan

SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Dollar mengurangi penguatannya terhadap mata uang utama pada hari Kamis, setelah perilisan data ekonomi AS yang pesimis dan juga investor yang mulai mengalihkan perhatian mereka ke data non farm payroll AS pada hari Jumat.

Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika hari Kamis pagi tadi, dollar AS ditutup mixed terhadap semua rival-rivalnya yang melemah terhadap kurs komoditas dan yen Jepang. Dan masuki perdagangan sesi Asia Jumat pagi (5/8) dollar AS alami profit taking yang tipis sehingga sedikit terkoreksi.

Biro statistik AS melaporkan bahwa jumlah pemesanan pabrik turun 1.5 % di bulan Juni, lebih baik dari perkiraan untuk penurunan 1.8 %. Jumlah pesanan pabrik turun 1.2 % di bulan Mei, direvisi dari pembacaan sebelumnya untuk penurunan 1.0 %.

Laporan datang setelah Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa klaim tunjangan pengangguran bertambah 3,000 pekerja menjadi 269.000 dari pekan sebelumnya yang sebanyak 266.000. Sebelumnya analis perkirakan klaim pengangguran akan turun 1.000, menjadi 265.000.

Dollar saat ini berada di bawah tekanan di tengah memudarnya ekspektasi untuk kenaikan suku bunga AS oleh Federal Reserve pada akhir tahun ini setelah data lemah AS yang mengejutkan untuk perekonomian kuartal kedua.

Dollar berhasil rally selama 2 hari berturut setelah sempat jatuh ke jurang pelemahan 6 minggu hari kedua pekan ini. Jika koreksi dollar terus berlanjut hingga sesi malam dipastikan akan kembali mencetak pelemahan mingguan melanjutkan pekan sebelumnya. Rally dollar terjadi oleh bangkitnya kembali ekspektasi kenaikan Fed rate, namun kurang mantapnya data pesanan pabrik semalam dan juga rilis data NFP malam ini dapat terpangkas cukup besar.

Selain menerima sentimen negatif dari data dalam negeri, kuatnya fundamental rival-rival utama hari ini semakin menghambat laju dollar untuk mencetak penguatan mingguan. Rival utamanya yang memiliki kekuatan fundamental yang cukup hari ini seperti euro, yen dan kurs komoditas.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan sesi Asia bergerak negatif setelah dibuka lebih tinggi pada posisi 95.76 dan bergulir pada posisi 95.74. Perdagangan sebelumnya indeks dollar AS naik hingga 0,3 % lebih.
SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG

Sumber : Vibiznews