SOLID GOLD BERJANGKA – Bursa Wall Street Mixed; Dow Jones Naik 6 Hari Berturut

SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Diperkirakan bursa Wall Street akan bergerak lemah jika data Retail Sales lemah. Namun juga akan mencermati perkembangan kebijakan Donald Trump sebagai Presiden terpilih Amerika Serikat, juga akan pencermati pergerakan harga minyak mentah dan bursa global.

Bursa Saham Amerika Serikat ditutup mixed pada akhir perdagangan hari Selasa dinihari tadi, dengan Dow Jones mencapai rekor tertinggi, sementara investor mencerna prospek pertumbuhan ekonomi Presiden AS terpilih Donald Trump.

Indeks Dow Jones naik sekitar 20 poin lebih tinggi, menyelesaikan kemenangan beruntun enam hari dan ditutup pada rekor tinggi, dengan saham Goldman Sachs dan UnitedHealth Group memberikan kontribusi paling besar dalam keuntungan.

Indeks S & P 500 ditutup sekitar impas, dengan 1,7 % penurunan di sektor teknologi informasi mengimbangi kenaikan 2 % pada sektor keuangan.

Indeks komposit Nasdaq tertinggal, tergelincir sekitar 0,4 % dengan saham Apple dan yang disebut saham FANG (Facebook, Amazon, Netflix dan perusahaan induk Google Alphabet) semua jatuh.

Tiga indeks utama diperdagangkan lebih tinggi di awal sesi, mencoba untuk membangun keuntungan yang kuat yang dibuat pekan lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS ‘ “60 Minutes,” Trump mendesak pendukungnya untuk menghentikan melecehkan kelompok minoritas “karena aku akan membawa negara ini bersama-sama.” Namun dalam wawancara yang sama, Trump mengatakan ia akan mendeportasi jutaan imigran ilegal.

Menyusul kemenangan Trump atas kandidat Demokrat Hillary Clinton, investor dan pedagang cepat mencermati kebijakan ekonomi Trump, yang dapat menyebabkan belanja infrastruktur yang lebih tinggi dan regulasi kurang dalam keuangan.

Rally saham telah datang bersamaan dengan penjualan tajam di Treasury Amerika Serikat, mengirimkan hasil melonjak. Pada 04:04 ET, imbal hasil dua tahun diperdagangkan pada 0.996 %, sedangkan yield benchmark 10-tahun naik sekitar 10 basis poin menjadi 2,2428 %. Yield patokan juga mencapai tingkat tertinggi sejak 31 Desember 2015 di awal sesi.

Sementara itu, dolar Amerika Serikat juga telah melonjak, diperdagangkan 0,98 % lebih tinggi pada 100,03 terhadap sekeranjang mata uang. Euro turun sekitar 1,12 % menjadi $ 1,073 dan yen turun lebih dari 1,5 % menjadi 108,41.

Tidak ada data ekonomi utama pada Senin kemarin. Namun, Presiden Fed Richmond Jeffrey Lacker dan Presiden Fed San Francisco John Williams keduanya dijadwalkan untuk berbicara Senin. Presiden Fed Dallas Robert Kaplan mengatakan Amerika Serikat memerlukan kebijakan fiskal cerdas untuk meningkatkan pertumbuhan.

Di pasar minyak, harga minyak mentah Amerika Serikat jatuh untuk berakhir di $ 43,32 per barel, turun 9 sen, karena kekhawatiran kelebihan pasokan menjulang di pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 21,03 poin, atau 0,11 %, menjadi ditutup pada 18,868.69, dengan kenaikan tertinggi saham UnitedHealth Group dan saham Visa yang tertinggal.

Indeks S & P 500 ditutup 0,25 poin lebih rendah, atau 0,01 %, pada 2,164.20, dengan sektor teknologi informasi memimpin enam sektor yang lebih rendah dan sektor keuangan yang naik terbesar.

Indeks komposit Nasdaq turun 18,72 poin, atau 0,36 %, ditutup pada 5,218.4. Malam nanti akan dirilis data Retail Sales Oktober Amerika Serikat yang diindikasikan menurun.
SOLID GOLD BERJANGKA

SUmber : Vibiznews