SOLID GOLD – Emas Dunia Stabil dalam Dolar yang Tertahan, Emas Antam Menanjak ke Rp 654.000 per gram

SOLID GOLD LAMPUNG – Harga emas dunia terpantau stabil pada perdagangan hari Senin siang tadi, setelah sempat membukukan gain harian terbaiknya dalam tahun ini oleh dollar yang tertekan karena pidato Chairman the Fed yang mengindikasikan kenaikan suku bunga yang lebih bertahap.

Pergerakan harga emas Comex bergerak mixed pada perdagangan pagi ini.

Harga emas Comex untuk kontrak Desember 2018 dibuka dengan penguatan 0,10 % atau 1,20 poin di posisi US$1.214,50 per troy ounce.

Spot emas Comex berbalik merah 0,05 % atau 0,6 poin ke level US$1.212,70 per troy ounce pada pukul 07.20 WIB.

Harga emas terkerek setelah dollar Amerika Serikat kembali dalam tekanan dari petunjuk arah kebijakan moneter Amerika Serikat dari pidato Jerome Powell selaku Kepala Federal Reserve Amerika Serikat yang dinilai pasar sebagai nada dovish.

Greenback melemah setelah Powell berbicara dalam pertemuan sejumlah bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, mengatakan bahwa pendekatan bertahap menuju kenaikan suku bunga tetap pantas untuk melindungi perekonomian Amerika Serikat dan mempertahankan pertumbuhan lapangan pekerjaan di Amerika Serikat sekuat mungkin dengan inflasi masih terkendali.

SOLID GOLD

“Sepertinya The Fed mulai cenderung dovish dan menutup layar penguatan dollar Amerika Serikat sekarang,” kata Shree Kargutkar, Pengelola Portofolio Sprott Asset Management, dilansir dari Reuters, Minggu kemarin.

Pada penutupan perdagangan Jumat minggu lalu, harga emas spot tercatat melonjak 19,79 poin atau 1,67 % menjadi US$1.205 per troy ounce, selama tahun berjalan harganya mencatatkan penurunan sebesar 7,48 %.

Kenaikan tersebut membuat emas spot berada pada jalurnya mencatatkan kenaikan harga mingguan sebesar 1,9 %.

Adapun, harga emas Comex terkerek 19,30 poin atau 1,62 % menjadi US $ 1.213,30 per troy ounce dan turun 7,87 % secara year-to-date.

Ketidakpastian politik Amerika Serikat, ditambah dengan hukuman yang dijatuhkan pada dua mantan penasihat ekonomi Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan ini, membuat dollar Amerika Serikat tertekan meskipun kebijakan moneter Amerika Serikat mengetat.

Pelemahan mata uang Negeri Paman Sam membuat emas yang dihargai dengan dollar Amerika Serikat menjadi semakin murah untuk pemilik yang menggunakan mata uang selain dollar Amerika Serikat sehingga dapat memacu permintaan dan harga emas.

Sejumlah analis yang disurvei oleh Reuters memprediksikan kenaikan suku bunga Amerika Serikat akan berlangsung dua kali lagi tahun ini dan dua kali lagi tahun depan. Pertemuan The Fed selanjutnya akan digelar pada 25 – 26 September mendatang.

Kenaikan suku bunga akan meningkatkan kemungkinan biaya untuk memiliki emas sebagai aset, karena menjadikannya semakin mahal untuk menyimpan dan mengasuransikan.

“Minat investor pada emas terus menurun pada beberapa bulan belakangan. Kenaikan suku bunga, lalu inflasi, kenaikan ekuitas pasar, dan penguatan dollar Amerika Serikat secara signifikan menyusutkan minat terhadap emas,” papar sejumlah analis ANZ.

SOLID GOLD

Harga emas sempat melemah ke posisi terendah selama 20 bulan karena depresiasi mata uang emerging markets (EM). World Gold Council percaya harga emas bisa kembali melambung.

“Permintaan dari konsumen akan menjadi pendorong harga emas pada semester II/2018, dan posisi jangka pendek kemungkinan akan berbalik, menjadi salah satu risiko ekonomi makro yang saat ini terjadi sehingga meningkatkan permintaan emas untuk investasi,” kata Aram Shishmanian, Chief Executive Officer World Gold Council dalam laporan resmi yang dirilis Kamis minggu lalu.

Selama ini, harga emas terus tertekan oleh penguatan dollar Amerika Serikat di hadapan mata uang EM dan negara berkembang.

Sebagian lainnya karena pelemahan mata uang yuan China dan lira Turki.
Faktanya, penguatan dollar Amerika Serikat menjadi penyetir utama kinerja harga emas tahun ini, bersamaan dengan konfrontasi retorika dan sanksi yang terus membuat Amerika Serikat semakin perkasa.

Meskipun demikian, Aram menilai bahwa emas masih memiliki kemungkinan untuk rebound atas alasan teknikal dan fundamental seperti pasar berjangka pendek, ketidak pastian pasar finansial yang masih terus berjalan, dan pembeli baru yang mungkin mulai masuk ke pasar.

Hingga pagi ini, harga emas Comex bergerak pada kisaran U S$ 1.212,50 hingga US $ 1.217,40 per troy ounce.

SOLID GOLD

Adapun pada perdagangan Jum’at minggu lalu, harga emas Comex untuk kontrak Desember ditutup menguat 1,62 % atau 19,30 poin ke level US $ 1.213,30 per troy ounce.

Spot emas turun tipis 0,1 % ke level $1.204,60 per ounce pada Senin siang WIB. Emas berjangka Amerika Serikat turun 0,1 % pada $ 1.212,70 per ounce.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang WIB ini agak menguat ke level 95,25, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 95,16 juga.

Sementara itu, analis Vibiznews melihat bahwa spot emas dunia berupaya untuk bisa keluar dari jalur downtrend-nya sejak awal April lalu, sedangkan dollar cenderung dalam tekanan seminggu ini walau ada upaya rebound terbatas. Harga emas, kalau terus tertekan, akan menuju level support di $ 1.159,79 dan $ 1.131,49. Sedangkan, bila terdongkrak ke atas akan menuju ke level resistant $ 1.220,69 dan level $ 1.234,77.

Di dalam negeri, harga emas ANTAM terpantau menanjak Rp 6.000 ke level harga Rp 654.000 per gramnya, dibandingkan harga pada Jumat kemarin di Rp 648.000.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews; Market Bisnis