SOLID GOLD – Dollar AS Sesi Asia 1 Agustus Semakin Susah

SOLID GOLD LAMPUNG – Di tengah perdagangan forex sesi Asia awal pekan (01/08), tekanan terhadap kurs dollar AS masih terus berlanjut setelah pekan lalu setiap hari alami pelemahan. Secara bulanan, pada perdagangan bulan Juli lalu merupakan perdagangan yang terburuk dalam 3 bulan terakhir. Perdagangan hari ini kembali mendapat tekanan dari data ekonomi AS dan juga mantapnya data ekonomi beberapa rival utama.

Akhir pekan lalu dollar AS anjlok parah hingga terjun ke posisi terendah dalam 1 bulan oleh data PDB Q2-2016 Amerika Serikat yang mengecewakan. Pasalnya data tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi negeri tersebut pada kuartal kedua tidak seperti yang diharapkan, sehingga semakin mengaburkan harapan kenaikan Fed rate.

Perdagangan hari ini selain ditekan nantinya oleh data manufaktur domestik yang dirilis pemerintah dan Markit juga mendapat tekanan dari rival-rival utamanya yang memiliki fundamental kuat dari data manufakturnya yang dirilis Markit hari ini.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan sesi Asia masih bergerak terbatas dengan trend pelemahan setelah dibuka lebih rendah pada posisi 95.63 dan bergulir pada posisi 95.62. Perdagangan sebelumnya indeks dollar AS anjlok hingga 1 persen lebih.

Dollar AS merosot tajam terhadap berbagai mata uang utama setelah dirilis data estimasi awal laju pertumbuhan GDP Q2 yang turun ke 1.2 % dibawah estimasi 2.6 % dan nyaris stagnan dibanding kwartal sebelumhya di level 1.1 %.

Perekonomian AS hanya menunjukkan ekspansi lebih rendah dibanding perkiraan pada kwartal kedua setelah mengawali tahun ini dengan laju GDP yang lebih lemah dibanding perkiraan akibat berbagai perusahaan menyusutkan inventaris dan masih berhati-hati dalam berinvestasi ditengah gejolak permintaan global.

Laporan GDP ini meningkatkan resiko pada outlook The Fed yang menginginkan peningkatan ekonomi yang berkesinambungan, meski dari sisi konsumen menunjukkan pertumbuhan solid, namun dari sisi bisnis masih bersikap hati-hati dengan memangkas investasi dan secara agresif mengurangi inventaris.

Paska laporan GDP AS yang lemah ini, pairing EURUSD melejit 0.46 % ke level 1.1127, sementara USDJPY semakin melorot, sejauh ini anjlok -2.06% ke level 103.08.

SOLID GOLD LAMPUNG

Sumber : Vibiznews