SOLID GOLD – Pelemahan Yield Treasury dan Dolar Topang Kenaikan Emas Ke $1253

SOLID GOLD LAMPUNG – Diperkirakan harga emas berpotensi naik jika pelemahan dollar Amerika Serikat berlanjut dan melemahnya bursa Wall Street. Harga emas diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,248-$ 1,250, dan jika harga bergerak turun akan menembus kisaran Support $ 1,244-$ 1,242.

Harga Emas naik pada akhir perdagangan Kamis dinihari tadi setelah mencapai level terendah dalam lima minggu di sesi sebelumnya, terbantu mundurnya dollar Amerika Serikat dari level tertinggi satu bulan menyusul penurunan harga minyak mentah.

Harga emas naik ke level $1253 pada sesi perdagangan Asia hari Kamis karena dolar yang melemah bersamaan dengan yield Treasury Amerika Serikat yang turun ke level terendah dalam hampir sedekade.

Yield treasury Amerika Serikat turun ke level terendah hampir 10 tahun pada hari Rabu karena investor yang mengevaluasi dampak dari kebijakan Federal Reserve kepada ekonomi walaupun inflasi masih lesu.

Sementara itu dolar turun dari level terkuat dalam sebulan terhadap sekeranjang mata uang utama, karena pelemahan di Wall Street mendorong beberapa trader untuk membukukan keuntungan yang terkait pada ekspektasi kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika Serikat pada akhir tahun ini.

Harga emas spot LLG naik 0,23 persen menjadi $ 1,245.58 per ons.

Harga emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus meningkat $ 2,30, menetap di $ 1,245.80.

Sebuah penurunan baru-baru ini di pasar minyak ke level terendah tujuh bulan membuat investor Asia berada dalam posisi terdesak, dan menekan imbal hasil Treasury Amerika Serikat dan indeks dollar Amerika Serikat terhadap sekeranjang mata uang.

Analis juga mengatakan emas didukung oleh sebuah short-covering menyusul kelemahannya baru-baru ini. Namun, kemungkinan kenaikan suku bunga lain oleh Federal Reserve Amerika Serikat tahun ini mendasari prospek bearish untuk logam mulia.

Sementara itu, prospek inflasi dan masa depan stabilitas keuangan muncul sebagai kekhawatiran ganda di jantung perdebatan di bank sentral Amerika Serikat atas seberapa cepat melanjutkan kenaikan suku bunga di masa depan.

Presiden Fed Dallas Robert Kaplan pada hari Selasa mengungkapkan keraguan bahwa suku bunga jangka pendek sangat akomodatif dan mengatakan bahwa dia ingin menunggu lebih banyak data untuk memahami apakah pembacaan inflasi lemah baru-baru ini.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mendorong dolar dan mendorong imbal hasil obligasi, menekan harga emas dengan meningkatkan biaya kesempatan untuk menahan emas yang tidak menghasilkan bunga.

Sementara itu Bank sentral Rusia membukukan kenaikan cadangan emas di bulan Mei, bulan kelima berturut-turut kenaikan.

Di antara logam mulia lainnya, perak turun 0,12 % menjadi $ 16,44 per ons, melayang mendekati level terendah enam minggu di sesi sebelumnya.

Platinum meningkat 0,76 % menjadi $ 925,50 per ons, sementara paladium meningkat 1,73 % menjadi $ 882,99 per ounce.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews