SOLID GOLD – Dolar Yang Kuat Tekan Emas di Awal Sesi Asia

SOLID GOLD LAMPUNG – Keputusan Federal Reserve Amerika Serikat menaikkan suku bunga menjadi 1,25 % ditambah dengan sikap optimis bank sentral Amerika Serikat tersebut menjadi faktor utama penurunan harga emas di pekan ini.

Harga emas sangat sensitif dengan suku bunga di Amerika Serikat, kenaikan suku bunga mendorong kenaikan yield Treasury, serta menaikkan opportunity cost jika menyimpan emas yang merupakan aset tanpa imbal hasil.

Sementara itu kepemilikan aset di SPDR World Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia, turun sebanyak 1,5 % dalam sepekan yang berakhir Kamis.
Pada pukul 21.02 WIB, emas diperagangkan di kisaran 1255.65.

Harga emas masih bergerak dalam rentang sempit 1251 – 1257 hingga awal perdagangan sesi Amerika Serikat Jumat minggu lalu. Meski demikian logam mulia ini kini menuju penurunan dua pekan beruntun setelah melemah tajam dalam dua hari sebelumnya.

Harga emas turun ke level $1.250 pada awal perdagangan hari Senin karena masih kuatnya dollar Amerika Serikat di tengah pasar menantikan pidato dari pejabat Federal Reserve untuk petunjuk apakah penguatan ekonomi akhir-akhir ini dapat dilanjutkan atau tidak, setelah data ekonomi yang pesimis pada pekan lalu.

Harga emas melanjutkan penurunan hingga menyentuh level terendah tiga pekan 1251.32. Bahkan, sebelum hari ini harga emas telah melemah dalam lima dari enam hari terakhir.

Tekanan turun terhadap emas semakin besar setelah Federal Reserve Amerika Serikat menaikkan suku bunga sebesar 25 basisi poin menjadi 1,25 %. Namun yang paling membebani emas adalah sikap optimis The Fed terhadapa kondisi ekonomi Amerika Serikat. Sebagian pelaku pasar sebelumnya memperkirakan The Fed tidak akan se-optimis tersebut, mengingat data menunjukkan pada bulan Mei Amerika Serikat mengalami deflasi.

Beberapa data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis apik hari ini semakin memberikan tekanan bagi emas. Pada pukul 22:24 WIB, emas diperdagangankan di kisaran 1254.55.

Jumlah pembangunan rumah di Amerika Serikat turun untuk bulan ketiga beruntun di bulan Mei ke level terendah dalam delapan bulan karena aktivitas konstruksi yang turun secara umum, itu menunjukkan bahwa sektor perumahan dapat menyeret turun pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua.

Pasar pada hari ini menantikan komentar dari presiden Fed New York William Dudley untuk dukungan potensial untuk greenback. Dudley adalah sekutu terdekat dari ketua Fed Janet Yellen, yang akan mengambil bagian dalam perkumpulan dengan pemimpin bisnis lokal di Plattsburgh, di New York.
SOLID GOLD

Sumber : Monexnews