SOLID GOLD – Harga Emas Akhir Pekan Jatuh Terendah 5 Bulan; Mingguan Merosot 0,6 %

SOLID GOLD LAMPUNG – Diperkirakan harga emas berpotensi naik dengan upaya bargain hunting setelah harga emas merosot di akhir pekan dan mingguan. Harga emas diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,215-$ 1,217, dan jika harga bergerak turun akan menembus kisaran Support $ 1,211-$ 1,209.

Memasuki sesi Eropa, Jumat minggu lalu, harga emas masih melemah kendati sudah pulih 2 poin dari awal sesi Asia. Level harga emas mendekati level rendah dua bulan yang sempat tersentuh pada Rabu minggu lalu.

Harga emas diperdagangkan di 1221.55 atau turun 0,20 % ($2.45).

Pemulihan dolar Amerika Serikat pada hari Jumat membebani komoditas berdenominasi dollar – seperti emas. Ditambah naiknya imbal hasil obligasi global yang terus berlanjut mengurangi permintaan komoditas non-yield seperti emas. Dollar berpotensi menguat pada malam nanti karena akan ada rilis tenaga kerja non pertanian versi pemerintah. Data lain yang tak kalah pentingnya adalah upah pekerja. Jika upah naik melewati prediksi analis, emas berpeluang melemah lebih lanjut.

Harga kontrak logam mulia telah mengalami penurunan lebih rendah selama dua minggu terakhir setelah ECB, BOE dan BOC mengisyaratkan untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat

Namun, ketegangan geopolitik di sekitar semenanjung Korea di awal pekan sempat menaikkan harga enas sebagai aset safe-haven.

Harga emas jatuh ke tingkat terendah dalam hampir lima bulan pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari (08/07) setelah data Non Farm Payrolls yang lebih kuat dari perkiraan mengangkat dollar Amerika Serikat.

Harga emas spot LLG merosot 1,0 % pada $ 1,212.79 per ons.

Harga emas berjangka AS untuk kontrak Agustus turun 1,1 % menjadi menetap di $ 1,209.70 per ons, mencapai level yang tidak terlihat sejak 15 Maret.

Logam mulia tersebut juga membukukan kerugian mingguan kelima berturut-turut, penurunan terpanjang sejak Desember. Harga emas mingguan merosot 0,56 persen. Pelemahan emas terpicu penguatan dollar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil obligasi 10 tahun Amerika Serikat.

Perekonomian Amerika Serikat menambahkan 222.000 pekerjaan di bulan Juni, kata Departemen Tenaga Kerja. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan 179.000. Hasil yang kuat ini mendorong indeks dollar Amerika Serikat meningkat 0,22 % pada akhir pekan.

Penambang emas juga tidak terhindar dari tekanan. The VanEck Vectors Gold Miners exchange-traded fund (GDX) turun 2,29 %. ETF juga turun 4,16 % dalam sepekan dan mencatat kerugian mingguan terbesar sejak minggu 28 April, ketika turun 5,84 %.

Emas telah terpukul sejak mencapai 2017 tinggi di 1.297,50 pada bulan Juni, turun 6,7 %.

Bank-bank sentral di seluruh dunia telah menandakan niat mereka untuk memperketat kebijakan moneter dalam waktu dekat. Risalah dari pertemuan Bank Sentral Eropa bulan Juni menunjukkan para pejabat membahas pergeseran bias mereka dari pelonggaran menjadi netral. Sementara itu, Federal Reserve AS khawatir bahwa kebijakan moneter saat ini menimbulkan risiko bagi ekonomi Amerika Serikat.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews