Harga Emas Mingguan Melonjak 1,5 %; Pergerakan Dollar Amerika Serikat Menjadi Acuan

SOLID GOLD LAMPUNG – Diperkirakan harga emas berpotensi maju jika pelemahan dollar Amerika Serikat terus berlanjut. Sentimen kekuatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi juga dapat mengangkat emas sebagai aset safe haven. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,221-$ 1,223, dan jika turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,217-$ 1,215.

Harga emas terkoreksi turun pada perdagangan Jum’at minggu lalu (12/10/2018), meski demikian penguatan tajam pada Kamis kemarin membuat logam mulia ini berpeluang mencatat penguatan dua pekan beruntun.

Pada Kamis kemarin emas menguat sekitar 2,5 % hingga membentuk level tertinggi 10 pekan di kisaran $ 1226 per troy ons. Anjloknya bursa saham global serta turunya yield Treasury Amerika Serikat menjadi penyebab kenaikan harga emas tersebut.

Sebaliknya pada hari ini, bursa saham mulai pulih dan membuat harga emas turun meski terlihat masih kokoh di dekat level tertinggi 10 pekan. Pada pukul 20:55 W I B, emas diperdagangkan di kisaran 1221.66, dengan level terendah harian 1215.67 dan tertinggi 1223.96.

Harga Emas jatuh pada akhir pekan hari Jumat, mundur dari tertinggi lebih dari dua bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya, karena pasar saham global memulihkan beberapa kerugian.

Harga emas spot LLG turun 0,4 % pada $ 1,218.76 per ons pada akhir pekan, setelah melompat sekitar 2,5 % pada Kamis karena aksi jual dalam ekuitas mengirim investor menuju aset safe-haven. Harga mencapai tertinggi sejak 31 Juli di $ 1,226.27 pada hari Kamis.

Harga Emas telah meningkat sekitar 1,5 % minggu ini, di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar dalam tujuh minggu.

Saham global mengalami hari terkuat mereka dalam hampir sebulan pada hari Jumat karena pasar Eropa dan Asia pulih dari aksi jual tajam yang membuat mereka bersiap untuk minggu terburuk mereka sejak Februari.

Meskipun persentase kenaikan satu hari tertajam emas sejak Juni 2016 pada hari Kamis, logam mulia masih turun sekitar 11 persen dari puncaknya pada bulan April karena investor membeli dolar saat perang perdagangan Amerika Serikat-China terhampar dengan latar belakang meningkatnya suku bunga Amerika Serikat.

Sementara itu, palladium turun 0,8 % pada $ 1,068.20, setelah mencapai tertinggi sejak 26 Januari di $ 1,096.80 pada sesi sebelumnya.

Perak naik 0,1 % menjadi $ 14,58, sementara platinum datar di $ 839,20.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews